Ekonomi

Harga BBM di Indonesia Masih Lebih Murah Dibandingkan Negara Tetangga

×

Harga BBM di Indonesia Masih Lebih Murah Dibandingkan Negara Tetangga

Share this article
Harga BBM di Indonesia Masih Lebih Murah Dibandingkan Negara Tetangga
Harga BBM di Indonesia Masih Lebih Murah Dibandingkan Negara Tetangga

GemaWarta – 17 Juni 2026 | Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Coco Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan. Pertamina Patra Niaga menaikkan harga BBM jenis Pertamax (RON 92) dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green (RON 95) dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.

Gejolak geopolitik global dan fluktuasi harga minyak mentah dunia kembali memicu penyesuaian kebijakan energi di dalam negeri. PT Pertamina melalui anak usahanya, Pertamina Patra Niaga, secara resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tanah air.

🔖 Baca juga:
Wijaya Karya: Inisiatif Nasional Gagal Atasi Hoaks, Dorong Kreativitas, dan Bangun Kebanggaan Seni Indonesia

Kenaikan harga BBM non-subsidi ini dipicu oleh dinamika makro ekonomi internasional yang bergerak fluktuatif belakangan ini. VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, menjelaskan bahwa harga BBM RON 92 di pasar internasional saat ini sudah berada pada kisaran sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 21 ribu per liternya.

Lonjakan biaya energi dunia tersebut sangat dipengaruhi oleh eskalasi konflik geopolitik berkepanjangan di Timur Tengah yang menghambat rantai pasok global dan distribusi minyak mentah dunia yang melewati Selat Hormuz.

Adanya disparitas atau beda harga BBM antarnegara pada dasarnya merupakan cerminan dari kombinasi kebijakan fiskal, tingkat ketergantungan impor, serta rasio kemampuan daya beli masyarakat berdasarkan upah minimum di masing-masing yurisdiksi.

Jika melakukan penelaahan data secara menyeluruh di seluruh wilayah Asia Tenggara per periode Juli 2026, posisi harga domestik setelah penyesuaian terbaru sebenarnya masih bersaing dalam kelompok menengah bawah.

Berdasarkan publikasi data teraktual, beda harga BBM antarnegara sangat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya intervensi subsidi dari kas negara serta kebijakan pengenaan pajak karbon dari pemerintah setempat.

🔖 Baca juga:
BMKG Juanda Buka Lowongan Magang dan Rilis Ramahan Cuaca Hari Ini, Kesempatan Langka bagi Mahasiswa

Di wilayah dengan sistem pasar bebas murni, harga komoditas ini bergerak sangat fluktuatif mengikuti bursa internasional, sedangkan negara berkembang cenderung memberikan bantalan proteksi dengan mematok tarif eceran terendah pada lini produk tertentu.

Melalui data komparasi lintas batas berbasis nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) ke rupiah, struktur tarif bahan bakar minyak jenis bensin oktan tinggi maupun solar berperforma tinggi di kawasan ASEAN dapat dikelompokkan ke dalam rincian angka sebagai berikut: Singapura, Myanmar, Laos, Thailand, dan Filipina.

Pemerintah menyatakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di Indonesia masih lebih murah dibanding negara tetangga di Asia Tenggara. Harga BBM non-subsidi di Filipina Rp 22.158/liter, Laos Rp 31.945/liter, Thailand Rp 28.910/ liter, Myanmar Rp 25.085/liter, dan Singapura Rp 42.971/liter.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan Pertamax merupakan jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi sehingga harga jualnya mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Kendati demikian, harga yang kini ditetapkan menurut Teddy masih lebih rendah dari harga di sejumlah negara.

Teddy mengatakan sejak Pertamina menaikkan harga Pertamax dan varian BBM nonsubsidi lainnya, harga per liter di Indonesia masih lebih murah dibandingkan dengan BBM RON 92/95 di beberapa negara Asia Tenggara, misalnya Filipina, Laos, Thailand, Myanmar, dan Singapura.

🔖 Baca juga:
iPhone 18 Pro: Kamera Aperture Variabel, Empat Warna Baru, dan Rilis September 2026

Kenaikan harga BBM non-subsidi ini dipicu oleh dinamika makro ekonomi internasional yang bergerak fluktuatif belakangan ini. Harga minyak dunia naik drastis sejak Maret, tetapi pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan.

Sementara itu, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax baru naik per 10 Juni 2026 dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain.

Kesimpulan, harga BBM di Indonesia masih lebih murah dibandingkan negara tetangga di Asia Tenggara. Pemerintah telah menahan kenaikan harga BBM selama berbulan-bulan, dan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax masih lebih rendah dari harga di sejumlah negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *