Ekonomi

Harga emas Antam turun tajam 20 ribu pada 17 April 2026: Kini Rp 2.868.000 per gram

×

Harga emas Antam turun tajam 20 ribu pada 17 April 2026: Kini Rp 2.868.000 per gram

Share this article
Harga emas Antam turun tajam 20 ribu pada 17 April 2026: Kini Rp 2.868.000 per gram
Harga emas Antam turun tajam 20 ribu pada 17 April 2026: Kini Rp 2.868.000 per gram

GemaWarta – 20 April 2026 | Pasar logam mulia Indonesia mencatat penurunan signifikan pada Jumat, 17 April 2026, ketika harga emas Antam turun sebesar Rp 20.000 per gram menjadi Rp 2.868.000. Penurunan ini menandai akhir dari serangkaian fluktuasi harga yang terjadi selama pekan ketiga April, di mana harga sempat berulang-ulang naik turun sebelum akhirnya stabil di level yang lebih rendah.

Berawal dari Senin, 13 April 2026, harga emas Antam berada pada Rp 2.818.000 per gram setelah mengalami penurunan Rp 42.000 pada hari sebelumnya. Kenaikan kembali terjadi pada Selasa, 14 April, dengan lonjakan Rp 45.000 sehingga harga mencapai Rp 2.863.000 per gram. Rabu, 15 April, menyaksikan harga melambung lagi sebesar Rp 30.000 menjadi Rp 2.893.000 per gram. Pada Kamis, 16 April, terjadi penurunan tipis sebesar Rp 5.000, menurunkan harga menjadi Rp 2.888.000 per gram. Jumat, 17 April, harga kembali turun Rp 20.000, menetapkan level Rp 2.868.000 per gram yang menjadi acuan pasar pada akhir pekan.

🔖 Baca juga:
Vivo Y31d Pro Resmi Diluncurkan di Indonesia: Baterai Jumbo 7.000 mAh, Fast Charging 90W, dan Harga Kompetitif

Sabtu, 18 April, harga sedikit naik Rp 16.000 menjadi Rp 2.884.000 per gram, dan pada Minggu, 19 April, harga tetap stabil di angka tersebut. Stabilitas ini memberikan sinyal bagi investor dan pedagang bahwa pasar sedang mencari titik keseimbangan setelah periode volatilitas tinggi.

Berikut rangkuman harga jual emas Antam per satuan berat pada akhir pekan 19 April 2026 (belum termasuk PPh 22):

Berat (gram) Harga Dasar (Rp)
0,5 1.492.000
1 2.868.000
2 5.708.000
5 14.195.000
10 28.335.000
25 70.712.000
50 141.345.000
100 282.612.000
250 706.265.000
500 1.412.320.000
1.000 2.824.600.000

Harga jual tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) 22 yang dikenakan sebesar 0,45 % bagi pemilik NPWP dan 0,9 % bagi non‑NPWP. Bagi penjual yang tidak melampirkan NPWP, potongan pajak akan lebih tinggi, memengaruhi nilai bersih yang diterima.

🔖 Baca juga:
Papipul: Pengusaha Muda Viral yang Mengubah Lanskap Startup Indonesia

Sementara itu, harga buyback (pembelian kembali) oleh Antam berada pada level Rp 2.681.000 per gram pada akhir pekan. Ini menandakan kenaikan sebesar Rp 96.000 atau 3,71 % dibandingkan dengan minggu sebelumnya, menunjukkan bahwa Antam berupaya menjaga daya tarik bagi pemilik emas yang ingin likuidasi asetnya.

Beberapa faktor eksternal turut memengaruhi pergerakan harga emas pada periode ini. Ketegangan geopolitik di beberapa wilayah dunia masih tinggi, sehingga emas tetap dipandang sebagai safe‑haven. Di sisi lain, data inflasi di Amerika Serikat menunjukkan tekanan yang melambat, sementara kebijakan moneter Federal Reserve masih diprediksi akan tetap berhati‑hati. Kombinasi antara ketidakpastian politik dan kebijakan moneter global memberikan dukungan pada permintaan emas, meskipun pada minggu ini tekanan penurunan harga muncul akibat penyesuaian pasar domestik dan arus masuk modal ke aset lain.

Dari perspektif domestik, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika tetap relatif stabil, sehingga pergerakan harga emas tidak terlalu dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar. Namun, kebijakan fiskal dan pajak yang berlaku pada transaksi emas, khususnya PPh 22, tetap menjadi pertimbangan penting bagi investor ritel.

🔖 Baca juga:
Nadiem Makarim Mengakui Penyesalan, Minta Maaf Setelah 7 Bulan di Penjara: Menggugah Kesadaran tentang Budaya Birokrasi

Melihat ke depan, analis pasar memperkirakan bahwa harga emas Antam dapat bergerak dalam rentang Rp 2,85‑2,95 juta per gram selama kuartal berikutnya, tergantung pada perkembangan situasi geopolitik dan keputusan kebijakan moneter global. Investor yang mengincar proteksi nilai aset dapat mempertimbangkan untuk menambah posisi emas fisik atau produk berbasis logam mulia, sementara pelaku pasar yang lebih mengutamakan likuiditas dapat memanfaatkan level buyback yang relatif menguntungkan.

Secara keseluruhan, penurunan harga emas Antam pada 17 April 2026 mencerminkan dinamika pasar yang responsif terhadap faktor internal dan eksternal. Dengan harga yang masih berada di atas level historis beberapa tahun lalu, emas tetap menjadi instrumen investasi yang relevan bagi masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *