Ekonomi

Rupiah Melemah, IHSG Anjlok: Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Ekonomi?

×

Rupiah Melemah, IHSG Anjlok: Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Ekonomi?

Share this article
Rupiah Melemah, IHSG Anjlok: Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Ekonomi?
Rupiah Melemah, IHSG Anjlok: Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan Ekonomi?

GemaWarta – 04 Juni 2026 | Rupiah melemah terhadap dolar AS, mencapai Rp 17.958 per dolar AS pada Rabu, 3 Juni 2026. Pelemahan ini memicu kekhawatiran di kalangan investor dan masyarakat. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga anjlok signifikan, mencapai 5,41 persen dan kembali ke level 5.860.

Menurut analis saham dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah menjadi sentimen yang mendorong pelemahan IHSG secara signifikan. Selain itu, tekanan juga datang dari saham-saham konglomerasi yang mencatatkan pelemahan signifikan.

🔖 Baca juga:
Harga Sapi Kurban 2026 Meningkat, Petani Merasakan Kenaikan Pendapatan Lebih Cepat

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan bahwa pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang mendorong kenaikan harga minyak dunia dan memperkuat posisi dolar AS.

Bank Indonesia (BI) telah memberlakukan ketentuan threshold tunai beli valas terhadap Rupiah tanpa underlying menjadi US$25.000 per pelaku per bulan. BI juga terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam kerja sama bilateral, melalui skema Local Currency Transaction (LCT), untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan memitigasi risiko volatilitas nilai tukar.

🔖 Baca juga:
Rupiah Melemah, IHSG Terpuruk, dan Mata Uang Terlemah di Dunia: Apa yang Terjadi?

Untuk mengatasi pelemahan ekonomi, BI memandang bahwa stabilitas nilai tukar Rupiah memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, BI terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, dunia usaha, dan pelaku pasar.

Dalam beberapa hari terakhir, rupiah terus melemah terhadap dolar AS. Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat dan investor. Namun, dengan upaya BI dan pemerintah, diharapkan pelemahan ekonomi dapat diatasi dan stabilitas nilai tukar Rupiah dapat dipertahankan.

🔖 Baca juga:
Koperasi Desa Merah Putih, Penggerak Ekonomi Kerakyatan di Pekalongan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *