Ekonomi

Harga Perak Antam Melonjak, Apa yang Mendorong Kenaikan Ini?

×

Harga Perak Antam Melonjak, Apa yang Mendorong Kenaikan Ini?

Share this article
Harga Perak Antam Melonjak, Apa yang Mendorong Kenaikan Ini?
Harga Perak Antam Melonjak, Apa yang Mendorong Kenaikan Ini?

GemaWarta – 13 Agustus 2026 | Harga perak Antam hari ini Kamis (13/8/2026) naik Rp 850 menjadi Rp 43.950 per gram, sejalan dengan kenaikan harga emas Antam. Kenaikan harga perak Antam mencerminkan sentimen positif pada logam mulia di pasar domestik. Penguatan harga emas dan perak biasanya dipengaruhi oleh pergerakan harga logam mulia global, nilai tukar rupiah, serta permintaan investor terhadap aset lindung nilai.

Perak sendiri merupakan unsur kimia logam mulia berlambang Ag (argentum) dengan nomor atom 47. Logam berwarna putih mengilap ini dikenal memiliki daya hantar listrik dan panas tertinggi di antara semua logam di bumi, sehingga tidak hanya digunakan sebagai instrumen investasi, tetapi juga banyak dimanfaatkan dalam industri elektronik, energi, dan perhiasan.

🔖 Baca juga:
OCBC Catat Lonjakan Pembeli Muda Properti Pribadi dan Peran Kunci dalam Lelang SBSN serta Pandangan Ekonomi

Menurut data TradingEconomics, harga perak dunia telah melonjak sekitar 69% secara tahunan. Bahkan, pada pekan pertama Agustus 2026, harganya sempat menguat lebih dari 10%, jauh melampaui kenaikan harga emas yang tercatat sekitar 30% pada periode yang sama.

Laporan World Silver Survey 2026 yang diterbitkan Silver Institute bersama Metals Focus mengungkapkan bahwa pasar perak global telah mencatat defisit pasokan selama lima tahun berturut-turut hingga 2025. Kondisi ini diperkirakan berlanjut pada 2026, menandai tahun keenam defisit dengan potensi kekurangan mencapai 46,3 juta ounce.

🔖 Baca juga:
BBRI Obral Gede! Harga Saham Turun ke Rp3.240, Saatnya Beli atau Tunggu?

Permintaan perak dalam bentuk koin dan batangan melonjak 14 persen sepanjang 2025. Sementara permintaan industri dari panel surya, kendaraan listrik, hingga infrastruktur jaringan listrik dan pusat data AI tetap menjadi penopang struktural permintaan komoditas perak.

Regional Marketing Team Lead (APAC), JustMarkets, Niyas Yessengarayev, menjelaskan bahwa perak saat ini berada pada persimpangan yang jarang terjadi. Permintaan investasi yang kuat bertemu dengan defisit pasokan struktural selama enam tahun berturut-turut.

🔖 Baca juga:
Bintan Jadi Sorotan: Dari Investasi Raksasa Hingga Kasus Kriminal

Bagi trader dan investor, kombinasi ini menciptakan dinamika harga yang menarik, terutama karena perak cenderung memiliki pergerakan yang lebih besar dibandingkan emas dalam jangka pendek maupun menengah.

Kesimpulan, harga perak Antam melonjak karena sentimen positif pada logam mulia di pasar domestik dan defisit pasokan global. Permintaan perak dalam bentuk koin dan batangan serta permintaan industri tetap menjadi penopang struktural permintaan komoditas perak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *