GemaWarta – 03 Juni 2026 | Mata uang lokal menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencapai Rp 17.839 pada penutupan perdagangan hari Selasa, 2 Juni 2026. Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mengaku butuh 100% dukungan dari Bank Indonesia (BI) untuk ikut menjaga stabilitas rupiah.
Perwakilan Himbara sekaligus Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Putrama Wahju Setyawan menjelaskan dukungan penuh terhadap BI dilakukan dalam skema local currency trade (LCT) antara Indonesia dan China. Dalam skema ini, Himbara juga akan dilibatkan.
Putrama juga mengaku telah menyampaikan permohonan dukungan kepada Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono. Bentuk dukungan yang dibutuhkan Himbara dalam hal ini berupa likuiditas mata uang lokal untuk perdagangan internasional skema LCT.
Menurutnya, skema LCT Indonesia dan China dimungkinkan mengingat transaksi perdagangan kedua negara ini memiliki nilai yang sangat besar. Putrama mengatakan, pengembangan LCT nantinya akan melibatkan tiga otoritas moneter yakni BI, Bank Sentral China, dan Bank Sentral Hong Kong.
Sementara itu, BI resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026. Kenaikan ini menjadi penyesuaian pertama setelah BI mempertahankan suku bunga di level 4,75% sejak September 2025.
Di sisi lain, nilai tukar mata uang beberapa negara di Asia Tenggara seperti Vietnam dan Laos relatif lemah, membuat mereka menjadi destinasi liburan yang ramah di kantong bagi wisatawan Indonesia. Biaya hidup harian di Laos dan Vietnam tergolong sangat rendah, memungkinkan traveler menikmati akomodasi, makanan, dan transportasi dengan harga terjangkau.
Perbandingan nilai ringgit Malaysia dan rupiah Indonesia juga menunjukkan perbedaan yang signifikan. Berdasarkan data terkini, 1 ringgit Malaysia setara dengan Rp 4.499,9, sedangkan 1 dolar AS dapat ditukar dengan 3,97 ringgit atau Rp 17.848,95.
Dalam beberapa hari terakhir, harga sembako di Jawa Timur mengalami fluktuasi. Pada hari Selasa, 2 Juni 2026, harga minyak goreng curah, minyak goreng kemasan premium, bawang merah, dan gas elpiji mengalami kenaikan, sementara harga cabai dan daging ayam kampung mengalami penurunan.
Kesimpulan, mata uang lokal dan stabilitas rupiah menjadi isu yang sangat penting dalam beberapa hari terakhir. Dukungan dari Bank Indonesia dan pengembangan skema LCT dengan China menjadi langkah-langkah yang diharapkan dapat menjaga stabilitas rupiah. Sementara itu, destinasi liburan di Asia Tenggara seperti Vietnam dan Laos menawarkan biaya hidup yang rendah dan menjadi pilihan yang menarik bagi wisatawan Indonesia.











