Ekonomi

Rupiah Melemah, Cadangan Devisa Indonesia Tersisa Rp2.514 Triliun

×

Rupiah Melemah, Cadangan Devisa Indonesia Tersisa Rp2.514 Triliun

Share this article
Rupiah Melemah, Cadangan Devisa Indonesia Tersisa Rp2.514 Triliun
Rupiah Melemah, Cadangan Devisa Indonesia Tersisa Rp2.514 Triliun

GemaWarta – 08 Mei 2026 | Rupiah kembali melemah ke level Rp17.382 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat, mengikuti tren pelemahan sejumlah mata uang Asia terhadap dolar AS. Tekanan terhadap rupiah dipicu ketegangan geopolitik antara kapal militer AS dan Iran yang membuat investor beralih ke aset aman seperti dolar AS.

Cadangan devisa Indonesia turun menjadi 146,2 miliar dolar AS pada akhir April 2026, menurun sekitar 2 miliar dolar dibanding posisi bulan sebelumnya. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa penurunan nilai cadangan devisa disebabkan oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penerbitan obligasi global pemerintah, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

🔖 Baca juga:
Harga Emas & Perak 14 April 2026: Antam Surabaya Naik, UBS & Galeri24 Tetap Di Bawah Rp2,9 Juta!

Nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir mencapai level terendahnya, bahkan sempat menembus Rp17.400 per dolar AS. Oleh karena itu, Bank Indonesia memanfaatkan cadangan devisa untuk menstabilkan kembali rupiah. Bank Indonesia menegaskan cadangan devisa masih memadai, setara pembiayaan 5,8 bulan impor dan di atas standar kecukupan internasional.

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran modal asing yang positif terhadap prospek ekonomi nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

🔖 Baca juga:
Shanghai Port: Pusat Logistik Global, Dari Laga Sepak Bola hingga Revolusi Robotik

Presiden Prabowo Subianto telah memanggil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Gubernur BI Perry Warjiyo untuk memperkuat koordinasi kebijakan serta meredam volatilitas nilai tukar. Perry Warjiyo menjelaskan BI telah menyiapkan tujuh langkah strategis yang mendapat dukungan Presiden, termasuk melakukan intervensi pasar valas, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Bank Indonesia juga menaikkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk memicu aliran modal asing masuk ke pasar keuangan khususnya saham dan SBN. Dengan demikian, diharapkan ketahanan sektor eksternal dapat tetap terjaga dengan cadangan devisa yang memadai serta aliran modal asing yang positif.

🔖 Baca juga:
Blokade Selat Hormuz Picu Negara-Negara Alih Impor Energi ke AS, Harga Minyak Meroket

Kesimpulan, rupiah melemah ke level Rp17.382 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat, disebabkan oleh ketegangan geopolitik antara kapal militer AS dan Iran serta penurunan cadangan devisa Indonesia. Bank Indonesia telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menstabilkan kembali rupiah dan menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *