Hiburan

Drama Saling Tampar Givina dan Ratu Sofya di Lokasi Syuting ‘The Bell’ Bikin Heboh

×

Drama Saling Tampar Givina dan Ratu Sofya di Lokasi Syuting ‘The Bell’ Bikin Heboh

Share this article
Drama Saling Tampar Givina dan Ratu Sofya di Lokasi Syuting 'The Bell' Bikin Heboh
Drama Saling Tampar Givina dan Ratu Sofya di Lokasi Syuting 'The Bell' Bikin Heboh

GemaWarta – 28 April 2026 | JAKARTA – Pada Senin, 27 April 2026, suasana syuting film horor "The Bell: Panggilan Untuk Mati" di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan berubah menjadi momen tak terlupakan ketika dua pemeran utama, Givina Lukita (Saidah) dan Ratu Sofya (Airin), terlibat aksi saling tampar yang melebihi skenario.

Awalnya, adegan tersebut direncanakan sebagai baku hantam tipis-tipis antara karakter Saidah dan Airin. Givina mengungkapkan bahwa ia dan Ratu Sofya telah menyepakati titik tamparan sebelumnya: 'Kami sudah janjian, nanti kamu tampar ke sini, aku bla bla bla,' kata Givina kepada wartawan di kawasan Kuningan. Kesepakatan teknis itu memang dimaksudkan agar proses pengambilan gambar berjalan lancar.

🔖 Baca juga:
Ayu Aulia Ungkap Sepupunya Rugi Rp 50 Juta Akibat Penipuan Lisa Mariana: Fakta Lengkap

Namun, intensitas emosional yang dibutuhkan oleh sutradara Jay Sukmo membuat kedua aktris terlalu mendalami peran masing-masing. 'Ternyata kami terlalu mendalami ya, emosional. That's why ketika ditampar sama Airin, Bap! Saya kaget,' ujar Givina sambil tertawa. Reaksi serupa juga dirasakan oleh pemeran lain yang menyaksikan, termasuk Bhisma Mulia, Dokter Usman, dan para kru.

Pengalaman tersebut tidak hanya menjadi bahan obrolan di lokasi, tetapi juga menambah kedalaman karakter. Givina menjelaskan bahwa Saidah yang ia perankan memiliki naluri protektif yang kuat, sehingga reaksi fisik menjadi bagian penting dari ekspresi emosionalnya. Sementara Ratu Sofya menilai karakter Airin memiliki kemiripan dengan dirinya: 'Ratu Sofya sok keras, tapi aslinya tidak. Karena tekanan, pengalaman hidup, ada kesamaan juga. Airin kan lumayan berisik nggak bisa diam,' ujarnya.

🔖 Baca juga:
Rizki Haji: Remaja 17 Tahun Gantikan Ayah, Raih Kesempatan Suci di Tanah Suci

Setelah tamparan pertama yang tidak terduga, keduanya sempat berhenti sejenak, saling meminta maaf, dan melanjutkan adegan dengan sikap profesional. Givina menambahkan, 'Akhirnya kami tampar balik, itu dari hati deh kayaknya saya, aku juga agak lupa.' Momen itu kemudian menjadi cerita di balik layar yang menarik perhatian publik.

Film "The Bell" mengusung tema horor mistis yang berpusat pada lonceng keramat di Pulau Belitung. Cerita mengisahkan sekelompok pembuat konten yang mencuri lonceng tersebut, memicu teror dari Penebok, makhluk tanpa kepala. Selain Givina dan Ratu Sofya, film ini menampilkan Bhisma Mulia, Dokter Usman, serta aktor-aktor pendukung lainnya. Sutradara Jay Sukmo berharap penonton tidak hanya merasakan ketegangan visual, tetapi juga terhubung secara emosional dengan konflik karakter.

🔖 Baca juga:
Sandra Resign Kerja demi UTBK SNBT 2026: Targetkan Jurusan Pertambangan ITB

Penayangan resmi "The Bell: Panggilan Untuk Mati" dijadwalkan mulai 7 Mei 2026 di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Antisipasi publik semakin tinggi setelah terungkapnya insiden saling tampar yang menjadi sorotan media, menambah rasa penasaran terhadap intensitas akting dalam film ini.

Secara keseluruhan, insiden saling tampar antara Givina Lukita dan Ratu Sofya menunjukkan betapa pentingnya kedalaman peran dalam produksi film horor. Meskipun sempat menimbulkan ketegangan, keduanya berhasil menyelesaikan adegan dengan profesionalisme, memberikan pengalaman berharga bagi seluruh tim produksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *