GemaWarta – 26 Juli 2026 | MAXStream TV dan iQIYI resmi memperkenalkan original series terbaru, Bunga di Tepi Jurang, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan tontonan lokal berkualitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Diproduksi bersama Leo Pictures, serial ini mengangkat kisah perjuangan, harapan, dan keberanian seorang perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Serial Bunga di Tepi Jurang mengisahkan Andini, yang diperankan oleh Claresta Taufan, seorang perempuan yang berusaha melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalunya demi membangun kehidupan yang ia pilih. Cerita ini mengangkat tema perjuangan, harapan, dan keberanian untuk bangkit dari berbagai tantangan hidup.
Dalam produksinya, kolaborasi ini menggandeng Leo Pictures sebagai rumah produksi. Sinergi ketiga pihak ini merupakan wujud komitmen untuk terus mendukung pertumbuhan industri kreatif nasional melalui karya lokal berkualitas yang dapat diakses secara luas melalui distribusi lintas platform.
VP Digital Lifestyle Telkomsel, Kemas M Fadhli, mengatakan bahwa kolaborasi dengan iQIYI merupakan bagian penting dalam menyuguhkan pilihan hiburan digital yang semakin beragam bagi masyarakat. Melalui semangat Melayani Sepenuh Hati, Telkomsel ingin menghadirkan pengalaman digital yang semakin relevan melalui akses mudah ke konten lokal berkualitas di ekosistem digitalnya.
Bunga di Tepi Jurang dapat disaksikan mulai 31 Juli 2026 melalui MAXStream TV dan iQIYI lewat aplikasi mobile, smart TV, hingga platform streaming berbasis internet lainnya. Didukung jaringan Telkomsel yang andal, pelanggan dapat menikmati tayangan secara lancar dan nyaman, sehingga pengalaman menikmati hiburan digital berkualitas menjadi semakin mudah diakses kapan saja dan di mana saja.
Serial ini juga diperkuat oleh jajaran pemeran ternama, seperti Stefan William, Aliando Syarief, Derby Romero, Anjasmara, dan Raden Rakha, yang menghadirkan dinamika cerita lintas generasi dengan emosi dan konflik yang semakin kuat.
Kolaborasi ini menandai babak baru dalam inovasi Indonesian storytelling, di mana kekuatan naratif lokal didukung oleh arsitektur ekosistem digital yang masif untuk menjangkau pemirsa secara lebih personal dan efisien.
Senior Managing Director for Southeast Asia iQIYI, Dinesh Ratnam, menambahkan bahwa melalui Bunga di Tepi Jurang, mereka ingin menghadirkan kisah tentang perjuangan, pilihan hidup, dan ketangguhan seorang perempuan. Series ini menjadi bagian dari upaya mereka untuk terus mengembangkan original Indonesian storytelling yang berkualitas serta mampu membangun koneksi emosional yang kuat dengan penonton.











