GemaWarta – 15 Mei 2026 | Indonesian Idol 2026 yang sedang berlangsung telah diwarnai dengan skandal penggelapan dana voting. Salah satu finalis, Rio Lahskart, menjadi korban dari tindakan tidak terpuji ini. Dana patungan voting yang dikumpulkan oleh admin fansbase bernama Arini diduga telah digelapkan, sehingga Rio Lahskart gagal melaju ke Grand Final dan terhenti di babak Top 3.
Menurut informasi yang beredar, Arini yang merupakan admin fansbase Rio Lahskart diduga telah menilep dana patungan voting ratusan juta rupiah milik pendukung Rio Lahskart. Hal ini menyebabkan dana tersebut tidak disalurkan untuk membeli kuota vote, sehingga Rio Lahskart tidak dapat melaju ke Grand Final.
Sistem voting Indonesian Idol kerap kali melibatkan sistem “patungan” di kalangan penggemar. Hal ini dilakukan untuk menghemat biaya, karena membeli kuota vote dalam jumlah besar secara kolektif jauh lebih murah per-itemnya dibandingkan membeli satu per satu. Namun, celah inilah yang diduga dimanfaatkan oleh Arini untuk kepentingan pribadi.
Rio Lahskart sendiri telah mengetahui dugaan penggelapan ini melalui percakapan pribadi dengan fans yang bocor di dunia maya. Namun, dia mengaku pasrah dan menganggap panggung final bukan rezekinya. Sebagai informasi, Rio Lahskart adalah penyanyi asal Mojokerto yang telah menunjukkan kemampuan vokal yang powerful dan timbre suara yang kuat selama kompetisi Indonesian Idol.
Ivan Gunawan, salah satu pendukung terbesar Rio Lahskart, juga telah mengutarakan kekecewaannya melalui komentar di Instagram. Dia menyoroti kejanggalan dana vote yang tidak tersalurkan dan mempertanyakan apakah dana tersebut benar-benar digunakan untuk voting.
Skandal penggelapan dana voting ini telah mencoreng sportivitas dukungan penggemar dan telah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Hal ini juga mempertanyakan integritas sistem voting Indonesian Idol dan perlunya pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah tindakan tidak terpuji seperti ini di masa depan.
Kesimpulan, skandal penggelapan dana voting Indonesian Idol 2026 telah menimbulkan kekecewaan dan kemarahan di kalangan penggemar. Rio Lahskart yang merupakan salah satu finalis yang berpotensi telah menjadi korban dari tindakan tidak terpuji ini. Perlunya pengawasan yang lebih ketat dan integritas sistem voting yang lebih baik merupakan hal yang penting untuk menjaga sportivitas dan keadilan dalam kompetisi ini.









