GemaWarta – 09 Mei 2026 | Dunia musik Indonesia kehilangan salah satu maestro terbaiknya, James F. Sundah, yang meninggal dunia pada Kamis, 7 Mei 2026, di New York, Amerika Serikat, dalam usia 70 tahun. James mengembuskan napas terakhir di Memorial Sloan Kettering Cancer Center setelah hampir dua tahun berjuang melawan kanker paru-paru.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi industri musik Tanah Air, terutama karena karya-karyanya telah menjadi bagian penting perjalanan musik Indonesia lintas generasi. Nama James F. Sundah dikenal luas sebagai pencipta lagu-lagu dengan lirik puitis dan melodi emosional yang melekat kuat di ingatan publik.
Dari sekian banyak karya James, Lilin-Lilin Kecil menjadi salah satu yang paling ikonik. Lagu tersebut ditulis James saat berusia sekitar 21 tahun untuk ajang Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) Prambors 1977. Meski hanya finis di posisi kelima, lagu yang dipopulerkan Chrisye itu justru menjelma menjadi karya paling abadi dari kompetisi tersebut.
Selain Lilin-Lilin Kecil, James F. Sundah juga melahirkan sederet lagu populer yang melekat dengan penyanyi besar Indonesia dan Malaysia. Ada September Ceria yang identik dengan Vina Panduwinata, lalu Astaga yang dipopulerkan Ruth Sahanaya dan kembali dinyanyikan Andien. Di Malaysia, karya-karyanya juga dikenal lewat lagu-lagu yang dibawakan Sheila Majid seperti Kasih (Melangkah Pergi) dan Bahagia.
Salah satu pencapaian internasional terbesar James terjadi saat ia berkolaborasi dengan Scorpions. James F Sundah ikut menulis lagu When You Came Into My Life yang masuk dalam album Pure Instinct (1996). Dalam prosesnya, James bekerja bersama Titiek Puspa dan personel Scorpions. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa karya komposer Indonesia mampu menembus industri musik dunia.
Sebelum meninggal dunia, James sempat merilis karya monumental berjudul Seribu Tahun Cahaya pada Oktober 2025. Lagu tersebut dinyanyikan oleh penyanyi muda berbakat Claudia Emmanuela Santoso dan dipersembahkan khusus untuk istrinya tercinta.
Dalam keterangannya, Wendi Putranto yang mewakili pihak keluarga juga menjelaskan penyebab meninggalnya sang komposer. James diketahui telah berjuang melawan penyakit kanker paru-paru yang dideritanya sejak tahun 2024. Selama masa perjuangannya, ia tidak pernah sendiri karena selalu didampingi oleh keluarga terdekatnya, terutama sang istri.
Kehilangan James F. Sundah meninggalkan kesan mendalam bagi dunia musik Indonesia. Karya-karyanya akan terus dikenang dan menjadi bagian dari sejarah musik Indonesia. Meskipun ia telah tiada, namun semangat dan karya-karyanya akan terus menginspirasi generasi musisi Indonesia masa depan.
Kehidupan dan karya James F. Sundah merupakan contoh nyata bahwa musik dapat menyentuh hati dan jiwa manusia, melintasi batas usia, dan menjadi bagian dari kenangan bersama. Dalam dunia yang terus berubah, karya-karya abadi seperti yang diciptakan James F. Sundah akan selalu menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi kita semua.











