GemaWarta – 10 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa operasi ‘Project Freedom’ telah dimulai untuk memulihkan kebebasan navigasi kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Operasi ini bertujuan untuk menghadapi langkah Iran yang membatasi pelayaran di jalur perairan strategis tersebut.
Trump mengancam bahwa AS mungkin akan meningkatkan postur militernya di Selat Hormuz jika kesepakatan dengan Iran tidak tercapai. Ia juga mengumumkan bahwa AS mungkin akan kembali melanjutkan operasi militer Project Freedom, bahkan memperluasnya, jika tidak ada perkembangan dalam perundingan dengan Iran.
Operasi Project Freedom merupakan misi militer AS yang bertujuan memandu kapal-kapal dari negara-negara netral untuk melintasi Selat Hormuz secara aman. Misi ini berpotensi menantang langkah Iran membatasi pelayaran di jalur perairan strategis tersebut.
AS merespons dengan memberlakukan blokade laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di sekitar Selat Hormuz sejak pertengahan April lalu. Aktivitas pelayaran melintasi Selat Hormuz secara efektif ditutup oleh Iran sejak AS dan Israel melancarkan serangan skala besar pada 28 Februari lalu.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan itu memicu aksi balasan dari Teheran terhadap Israel dan sekutu-sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun perundingan di Islamabad belum berhasil menghasilkan kesepakatan jangka panjang. Gencatan senjata itu kemudian diperpanjang oleh Trump tanpa batas waktu yang jelas.
Trump menjelaskan bahwa Pakistan, yang menjadi mediator perundingan Washington dan Teheran, meminta Amerika Serikat untuk tidak melanjutkan operasi militer tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa AS tetap akan mempertahankan kepentingannya di kawasan tersebut.
Operasi Project Freedom ditangguhkan sejak awal pekan ini setelah beroperasi selama 36 jam. Trump mengumumkan penghentian sementara Project Freedom untuk memulihkan kebebasan navigasi bagi pelayaran komersial melalui Selat Hormuz. Namun, ia menegaskan bahwa blokade laut oleh AS tetap “berlaku sepenuhnya”.
Kesimpulan dari operasi ini masih belum jelas, namun satu hal yang pasti adalah bahwa ketegangan di kawasan Teluk masih sangat tinggi. AS dan Iran masih dalam proses perundingan untuk mencapai kesepakatan, namun hasilnya masih belum terlihat.











