GemaWarta – 21 April 2026 | Warga Jakarta Selatan terkejut pada Senin, 20 April 2026, ketika tim Unit Penanganan Khusus (UPK) Badan Air Lingkungan Hidup menemukan jasad pria tanpa identitas mengapung di aliran Kali Ciliwung, kawasan Jagakarsa. Penemuan ini terjadi saat petugas melakukan patroli rutin dan melihat benda mencurigakan di permukaan air, lalu melanjutkan penyisiran sepanjang aliran.
Kapolsek Jagakarsa, Komisaris Polisi Nurma Dewi, menjelaskan bahwa jasad tersebut ditemukan di kawasan Kedung Sahong, Kelurahan Lenteng Agung, dalam kondisi sangat membusuk. Menurutnya, korban diperkirakan terseret oleh arus dari arah Kelapa 2 sebelum ditemukan. Tim gabungan yang terdiri dari Polri, UPK, dan petugas lingkungan segera mengevakuasi jenazah ke RS Polri Kramat Jati untuk proses visum dan identifikasi.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban berjenis kelamin laki‑laki, namun identitasnya masih belum dapat dipastikan. Unit Identifikasi Polres Metro Jakarta Selatan langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) untuk mengungkap penyebab kematian. Sampel jaringan tubuh akan dikirim ke laboratorium forensik guna analisis DNA serta kemungkinan penyebab kematian seperti trauma atau keracunan.
Polisi juga melakukan langkah‑langkah berikut untuk mengusut kasus ini:
- Mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar titik penemuan dan jalur aliran sungai.
- Melakukan wawancara dengan saksi mata, termasuk warga sekitar dan petugas UPK yang pertama melihat jasad.
- Menelusuri data laporan kehilangan orang selama beberapa minggu terakhir di wilayah Jakarta Selatan.
- Berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk memastikan tidak ada faktor pencemaran yang mempengaruhi kondisi jenazah.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengumumkan nama korban atau motif di balik kematiannya. Nurma Dewi menegaskan bahwa penyelidikan masih berjalan intensif dan akan terus memperbarui informasi kepada publik seiring temuan baru.
Kasus ini menambah daftar insiden penemuan mayat di aliran sungai Ciliwung yang kerap menjadi sorotan publik, mengingat sungai tersebut menjadi jalur transportasi air sekaligus tempat pembuangan limbah. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan melaporkan temuan serupa kepada otoritas setempat demi keamanan lingkungan.
Dengan meningkatnya kepedulian warga dan aksi cepat tim penyelamat, diharapkan proses identifikasi dan penegakan hukum dapat berlangsung transparan, memberikan kejelasan bagi keluarga korban yang mungkin belum mengetahui nasib orang terdekatnya.









