GemaWarta – 27 Juni 2026 | Pelaku pembacokan maut yang terjadi saat perayaan Anniversary Persebaya ke-99 di Surabaya telah ditangkap oleh pihak kepolisian. Pelaku yang berinisial MN (22) ditangkap di Desa Pengkol Pasarenan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura.
MN mengaku membawa celurit dari rumah dan menggunakannya saat terjadi perselisihan antarrombongan suporter. Ia membacok korban sebanyak dua kali yang mengenai tangan, namun sabetan celurit tersebut membuat korban kehilangan banyak darah dan meninggal.
Sebelum melakukan pembacokan, MN mengaku minum minuman keras bersama teman-temannya di depan gang. Ia mengaku menenggak sebanyak 10 sloki minuman keras sebelum melakukan tindakan tersebut.
Korban yang berinisial GAD (16) merupakan seorang pelajar SMA yang masih duduk di bangku kelas XI. Ia meninggal dunia setelah dibacok oleh MN saat konvoi perayaan Anniversary Persebaya ke-99 di Surabaya.
Polisi telah menangkap MN dan menyita celurit yang digunakan sebagai barang bukti. MN kemudian dibawa ke Polrestabes Surabaya untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Pelaku yang berinisial MN mengaku kabur ke Sampang setelah melakukan pembacokan karena takut dan merasa bahwa tindakannya telah viral di media sosial.
Peristiwa pembacokan maut ini terjadi saat perayaan Anniversary Persebaya ke-99 di Surabaya, yang diikuti oleh ribuan suporter Persebaya. Perayaan tersebut berlangsung dengan meriah, namun berakhir dengan kejadian pembacokan maut yang menewaskan seorang pelajar SMA.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Lutfhie Sulistiawan mengatakan bahwa pihak kepolisian telah menangkap pelaku pembacokan maut dan menyita barang bukti. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkis.
Peristiwa pembacokan maut saat Anniversary Persebaya ke-99 di Surabaya telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Banyak pihak yang mengutuk tindakan pelaku dan meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya.











