HUKUM

Penyanyi Iran Parastoo Ahmadi Divonis 74 Kali Cambuk karena Tidak Mengenakan Hijab

×

Penyanyi Iran Parastoo Ahmadi Divonis 74 Kali Cambuk karena Tidak Mengenakan Hijab

Share this article
Penyanyi Iran Parastoo Ahmadi Divonis 74 Kali Cambuk karena Tidak Mengenakan Hijab
Penyanyi Iran Parastoo Ahmadi Divonis 74 Kali Cambuk karena Tidak Mengenakan Hijab

GemaWarta – 21 Juni 2026 | Penyanyi Iran, Parastoo Ahmadi, baru-baru ini dijatuhi hukuman 74 kali cambuk karena tidak mengenakan hijab saat tampil dalam sebuah konser yang disiarkan langsung di YouTube. Konser tersebut, yang berjudul “Caravanserai Concert”, menampilkan Ahmadi menyanyikan lagu-lagu patriotik Iran dengan iringan musik yang dimainkan oleh beberapa musisi lainnya.

Menurut laporan, Ahmadi dan delapan anggota tim produksi konser tersebut divonis karena melakukan tindakan yang dianggap tidak sopan dan mempublikasikan konten yang “vulgar dan tidak bermoral” di internet. Mereka dilarang untuk meninggalkan negara selama dua tahun dan dilarang untuk terlibat dalam kegiatan seni selama dua tahun.

🔖 Baca juga:
Revisi UU HAM Justru Perkuat Posisi Komnas HAM, Klaim Kemen HAM

Ahmadi, yang berusia 29 tahun, sempat ditahan bersama dengan beberapa musisi lainnya setelah konser tersebut disiarkan, namun kemudian dibebaskan. Namun, pihak berwenang kemudian mengajukan tuntutan formal atas video konser tersebut, yang telah dilihat oleh lebih dari tiga juta orang.

Keputusan pengadilan ini menuai protes dari berbagai pihak, termasuk dari komunitas seni dan hak asasi manusia. Banyak yang menganggap bahwa hukuman tersebut tidak proporsional dan melanggar hak asasi manusia.

🔖 Baca juga:
Dukung Bareskrim Polri, Puspom TNI Bakal Tindak Tegas Penyalahgunaan LPG dan BBM Ilegal

Parastoo Ahmadi dan kasusnya ini telah menjadi perhatian internasional, dengan banyak orang yang menyatakan dukungan kepada penyanyi tersebut. Kasus ini juga menimbulkan perdebatan tentang batasan kebebasan berekspresi dan peran perempuan dalam masyarakat Iran.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah melihat peningkatan dalam gerakan perlawanan terhadap pemerintah, termasuk protes terhadap hukum hijab yang ketat. Banyak perempuan Iran yang telah berani menentang hukum tersebut dan menuntut kebebasan yang lebih besar dalam berekspresi dan berpakaian.

🔖 Baca juga:
Clara Shinta dan Erin Wartia: Dua Kasus yang Menggemparkan Dunia Hiburan dan Hukum

Kasus Parastoo Ahmadi ini merupakan contoh lain dari perjuangan perempuan Iran untuk mendapatkan hak-hak mereka dan menentang ketidakadilan. Meskipun hukuman yang dijatuhkan kepadanya sangat berat, Ahmadi telah menjadi simbol keberanian dan perlawanan terhadap pemerintah Iran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *