Otomotif

Bobibos Klaim Sukses Uji Jalan Motor dan Mobil, Siap Hadapi Regulasi ESDM

×

Bobibos Klaim Sukses Uji Jalan Motor dan Mobil, Siap Hadapi Regulasi ESDM

Share this article
Bobibos Klaim Sukses Uji Jalan Motor dan Mobil, Siap Hadapi Regulasi ESDM
Bobibos Klaim Sukses Uji Jalan Motor dan Mobil, Siap Hadapi Regulasi ESDM

GemaWarta – 14 April 2026 | Jakarta, 14 April 2026 – Founder Bobibos, Iklas Thamrin, menegaskan kesiapan penuh produsen bahan bakar nabati (BBN) Bobibos untuk menjalani rangkaian uji jalan yang diminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menurut Iklas, tim internal telah melakukan serangkaian pengujian mandiri pada berbagai jenis kendaraan, termasuk motor, mobil penumpang, mesin diesel, hingga truk berat, sebelum memasuki tahap audiensi dengan regulator.

Pengujian internal tersebut melibatkan merek‑merek motor dan mobil yang beredar luas di pasar Indonesia. Hasil uji jalan menunjukkan performa mesin yang stabil dan tidak menimbulkan gangguan pada sistem bahan bakar. “Kami sudah tes jalan di berbagai merek motor, mobil, diesel, bahkan truk,” ujar Iklas dalam pernyataan yang disampaikan kepada media pada Selasa (14/4/2026). Ia menambahkan bahwa data awal menunjukkan tingkat efisiensi energi yang sebanding dengan bahan bakar konvensional, sekaligus menurunkan emisi karbon secara signifikan.

🔖 Baca juga:
Bobibos Siap Uji Jalan Kendaraan: Pemerintah Tekan Tes Bahan Bakar Nabati di Tengah Krisis Energi

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa uji jalan pada kendaraan roda dua dan roda empat merupakan langkah strategis untuk memvalidasi kelayakan teknis Bobibos. “Nanti dilakukan tes pada kendaraan mobil dan motor. Kita fokuskan di sana,” tegas Laode dalam keterangan resmi. Ia menambahkan bahwa tim teknis dari Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas, dipimpin oleh Noor Arifin Muhammad, akan berkoordinasi langsung dengan perwakilan Bobibos untuk menyusun detail kebutuhan pengujian di lapangan.

Selain aspek teknis, Laode juga mengingatkan Bobibos tentang serangkaian perizinan yang harus dipenuhi sebelum produk dapat dipasarkan secara resmi. Izin penjualan, registrasi produk, serta persetujuan standar mutu menjadi fokus utama kementerian lain yang terlibat. “Kami akan mengurus semua izin yang diperlukan, termasuk izin penjualan,” kata Iklas, menegaskan komitmen perusahaan untuk mematuhi seluruh regulasi.

Bobibos, atau Bahan Bakar Orisinil Buatan Indonesia, Bos!, merupakan inovasi berbasis biomassa yang memanfaatkan jerami sisa panen sebagai bahan baku utama. Menurut pembina Bobibos, Mulyadi, jerami yang biasanya dibakar oleh petani kini diolah menjadi bahan bakar dengan nilai ekonomi tinggi. “Dengan hadirnya Bobibos, petani senyum dua kali. Saat panen ada beras, setelah panen jeraminya punya nilai ekonomi,” ujar Mulyadi dalam rapat audiensi bersama Dirjen Migas.

Manfaat potensial Bobibos bagi Indonesia meliputi pengurangan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin, peningkatan kesejahteraan petani, penciptaan lapangan kerja, serta kontribusi pada mitigasi perubahan iklim melalui penurunan jejak karbon. Laode menilai bahwa inovasi ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk ketergantungan energi impor, asalkan melewati serangkaian uji teknis dan administratif yang ketat.

Berikut rangkaian langkah yang akan ditempuh Bobibos dalam proses pengujian dan perizinan:

  • Finalisasi protokol uji jalan bersama tim Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas.
  • Pelaksanaan tes jalan pada kendaraan motor dan mobil di lokasi yang ditentukan oleh Kementerian.
  • Pengumpulan dan analisis data performa mesin, emisi, serta konsumsi bahan bakar.
  • Penyusunan laporan hasil uji untuk diajukan kepada Dirjen Migas.
  • Pengurusan izin penjualan dan registrasi produk di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Kementerian Perindustrian.
  • Peluncuran komersial setelah memperoleh persetujuan akhir.

Sejauh ini, Bobibos telah menyiapkan infrastruktur produksi yang dapat memproses jutaan ton jerami menjadi bahan bakar per tahun. Kapasitas ini diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan pasar domestik, khususnya untuk kendaraan roda dua yang menjadi mayoritas kendaraan di Indonesia.

Dengan dukungan pemerintah dan komitmen kuat dari tim Bobibos, proses uji jalan diharapkan dapat selesai dalam waktu singkat. Jika hasilnya positif, Bobibos berencana memperluas distribusi ke seluruh wilayah Indonesia, sekaligus membuka peluang ekspor ke negara‑negara tetangga yang tengah mencari alternatif bahan bakar berkelanjutan.

Kesimpulannya, Bobibos berada pada fase kritis dimana keberhasilan uji jalan dan perizinan akan menentukan kelangsungan inovasi bahan bakar nabati ini. Pemerintah, melalui Kementerian ESDM, memberikan arahan tegas namun mendukung, sementara produsen bertekad menepati standar teknis dan regulasi untuk menjadikan Bobibos sebagai solusi energi bersih yang dapat diandalkan bagi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *