Otomotif

Mobil Listrik: Antara Kejadian Terbakar hingga Pilihan Ekonomis Ramah Lingkungan

×

Mobil Listrik: Antara Kejadian Terbakar hingga Pilihan Ekonomis Ramah Lingkungan

Share this article
Mobil Listrik: Antara Kejadian Terbakar hingga Pilihan Ekonomis Ramah Lingkungan
Mobil Listrik: Antara Kejadian Terbakar hingga Pilihan Ekonomis Ramah Lingkungan

GemaWarta – 08 Juli 2026 | Mobil listrik telah menjadi salah satu pilihan yang semakin populer di kalangan masyarakat, terutama karena kepedulian terhadap lingkungan dan penghematan biaya bahan bakar. Namun, di balik kelebihan tersebut, terdapat beberapa kejadian yang menimbulkan kekhawatiran, seperti mobil listrik Daihatsu Grand Max yang terbakar di Parepare, Sulawesi Selatan. Insiden ini disebabkan oleh korsleting listrik yang terjadi di bawah kursi penumpang.

Di sisi lain, pakar otomotif Ridwan Hanif menyatakan bahwa mobil listrik dapat memberikan keuntungan finansial jika digunakan secara intensif. Ia mencontohkan bahwa mobil listrik dapat menghemat biaya bahan bakar dan memiliki ketahanan baterai yang teruji. Oleh karena itu, banyak konsumen yang mulai melirik mobil listrik bekas sebagai solusi mobilitas yang lebih efisien.

🔖 Baca juga:
1.773 ASN Kenakan Seragam Loreng, Ikuti Latihan Militer Komcad Gelombang I di Seluruh Indonesia

Salah satu pilihan mobil listrik bekas yang ekonomis adalah Wuling Air EV, yang ditawarkan dengan harga sekitar 150 jutaan. Selain itu, terdapat juga opsi lain seperti Hyundai Ioniq dan Atto 1. Namun, perlu diingat bahwa harga mobil listrik bekas dapat berbeda-beda tergantung pada kondisi kendaraan, kesehatan baterai, dan lokasi penjualan.

Toyota juga telah memperkenalkan Hilux EV, sebuah pikap listrik yang tangguh dan ramah lingkungan. Dengan harga sekitar 1 miliar rupiah, mobil ini menawarkan jarak tempuh hingga 315 kilometer dalam sekali pengisian daya. Fitur canggih seperti layar multimedia 12,3 inci dan pengisian daya nirkabel juga disematkan untuk mendukung kebutuhan komunikasi selama perjalanan.

🔖 Baca juga:
Klasemen Super League 2025/2026: Persib Tetap di Puncak, Borneo FC Mengancam, dan Laga Penentu Pekan 28

Kejati Nusa Tenggara Barat juga telah menelaah laporan dugaan korupsi dalam proyek pengadaan mobil listrik untuk pejabat Pemerintah Provinsi NTB senilai Rp14 miliar. Proses telaah ini merupakan tahapan awal untuk menindaklanjuti laporan masyarakat yang diterima pihaknya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pilihan mobil listrik bekas di Indonesia semakin beragam. Banyak konsumen yang mulai melirik mobil listrik sebagai solusi mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat membuat pilihan yang tepat dalam memilih mobil listrik yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka.

🔖 Baca juga:
Aion 2 Siap Guncang Pasar Mobil Listrik Indonesia, Tantang Chery QQ 2026 dan Geely EX 2

Kesimpulan, mobil listrik telah menjadi salah satu pilihan yang populer di kalangan masyarakat. Namun, perlu diingat bahwa terdapat beberapa kejadian yang menimbulkan kekhawatiran, seperti insiden kebakaran mobil listrik. Oleh karena itu, konsumen perlu membuat pilihan yang tepat dalam memilih mobil listrik yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *