Nasional

1.773 ASN Kenakan Seragam Loreng, Ikuti Latihan Militer Komcad Gelombang I di Seluruh Indonesia

×

1.773 ASN Kenakan Seragam Loreng, Ikuti Latihan Militer Komcad Gelombang I di Seluruh Indonesia

Share this article
1.773 ASN Kenakan Seragam Loreng, Ikuti Latihan Militer Komcad Gelombang I di Seluruh Indonesia
1.773 ASN Kenakan Seragam Loreng, Ikuti Latihan Militer Komcad Gelombang I di Seluruh Indonesia

GemaWarta – 23 April 2026 | Sejumlah 1.773 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 55 kementerian dan lembaga resmi memulai Latihan Dasar Militer Komcad gelombang pertama pada Rabu, 22 April 2026. Upacara pembukaan dilaksanakan di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan latar suara yel-yel dan derap langkah seragam loreng yang menandai semangat kebersamaan.

Para peserta, termasuk Suherlan Maulana dari Kementerian Sosial, harus meyakinkan keluarga masing‑masing sebelum menginjakkan kaki di medan latihan. “Awalnya sangat berat karena keluarga tidak mendukung,” ujarnya. “Namun dengan pemahaman yang tepat, akhirnya mereka memberi lampu hijau,” tambah Maulana setelah menyesuaikan diri dengan rutinitas militer.

🔖 Baca juga:
PPPK dan PNS Turun Secara Alamiah: Data Resmi BKN Ungkap Tren Penurunan Sejak Era Jokowi

Pelatihan dasar kemiliteran berlangsung selama satu setengah bulan dan tersebar di tujuh lokasi strategis militer, antara lain:

  • Pusat Komunikasi Badan Intelijen Negara (Puskom Belneg)
  • Resimen Induk Daerah Militer Jaya (Rindam Jaya)
  • Pusat Pendidikan Kesehatan TNI Angkatan Darat (Pusdikes Puskesad)
  • Brigade Infanteri 1 Pasukan Marinir 1 (Brigif 1 Pasmar 1)
  • Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Udara (Pusbahasa Kodiklatau)
  • Wing Pendidikan 500/Umum Atang Sendjaja (Wingdik 500 Atang Sendjaja)

Setiap peserta diwajibkan melewati serangkaian seleksi ketat, mulai dari administrasi, kesehatan, mental, ideologi, psikologi, hingga tes kebugaran jasmani. Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Gabriel Lema, menegaskan pentingnya proses persiapan tersebut. “ASN berjumlah hampir lima juta di seluruh Indonesia, ini merupakan potensi pertahanan terbesar. Persiapan yang matang sangat krusial,” katanya.

🔖 Baca juga:
Mutasi Besar-besaran Kejaksaan Agung: 14 Kajati Diganti, Kepala Kajari Karo Dicopot

Target pemerintah pada tahun 2026 adalah membentuk 4.000 ASN menjadi anggota Komcad. Pada gelombang pertama, target 2.000 belum tercapai; hanya 1.773 yang berhasil lolos seleksi. Lema menambahkan, “Kami akan melengkapi kekurangan pada gelombang kedua dan melibatkan lebih banyak pemerintah daerah.”

Sejak program Komcad diluncurkan pada 2021, jumlah anggota komponen cadangan telah mendekati 50.000 orang, mencakup ASN, pegawai pemerintah daerah, dan bahkan karyawan swasta yang secara sukarela mendaftar. Contoh inisiatif daerah terlihat di Sulawesi Selatan, di mana 500 ASN Pemda telah mengikuti latihan sejak 30 Maret 2026. Lema berharap model ini akan diadopsi oleh provinsi lain, termasuk Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Kepulauan Riau.

🔖 Baca juga:
Prabowo Dorong Bahlil Eksekusi Izin Usaha Tambang Nakal: Tindakan Tegas untuk Hutan Lindung

Selain memperkuat sistem pertahanan negara, program ini diharapkan menumbuhkan karakter disiplin, etos kerja tinggi, dan rasa kebangsaan yang lebih kuat pada ASN ketika kembali ke unit masing‑masing. “Latihan militer bukan sekadar fisik, tapi juga mental dan nilai kebangsaan,” ujar Lema dalam sambutan penutup.

Penetapan resmi sebagai anggota Komcad dijadwalkan pada 5 Juni 2026, setelah seluruh peserta menyelesaikan rangkaian latihan. Dengan demikian, ribuan ASN siap mengisi peran strategis dalam cadangan pertahanan, menambah dimensi baru pada sinergi antara birokrasi sipil dan militer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *