GemaWarta – 17 April 2026 | Seleksi Siswa Unggul (SSU) ITB 2026 kembali dibuka, memberi kesempatan bagi lulusan SMA/MA/SMK maupun sederajat dengan kurikulum nasional, Kurikulum Merdeka, atau Internasional untuk menempuh pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung. Jalur ini tidak menerima subsidi pemerintah, sehingga biaya kuliah menjadi faktor penting bagi calon mahasiswa.
Untuk mendaftar, setiap akun peserta wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 750.000. Setelah lolos seleksi, mahasiswa yang diterima wajib menanggung dua komponen utama: Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI). Kedua komponen tersebut ditetapkan berdasarkan kebijakan internal ITB dan dapat berubah setiap tahun akademik.
Berikut rincian biaya yang diperkirakan berlaku untuk angkatan 2026:
| Komponen | Perkiraan Biaya per Semester |
|---|---|
| UKT (kelas reguler) | Rp 7.500.000 – Rp 12.000.000 |
| IPI | Rp 500.000 – Rp 1.000.000 |
Selain biaya reguler, ITB menyediakan beasiswa bagi calon mahasiswa SSU yang memenuhi kriteria akademik unggul atau memiliki prestasi non‑akademik yang menonjol. Beasiswa dapat bersifat penuh atau parsial, tergantung pada sumber daya yang tersedia dan tingkat kebutuhan penerima.
SSU ITB 2026 terbagi menjadi dua jalur utama:
- Jalur Tes/Ujian Reguler
- Jalur Tes/Ujian Beasiswa Unggulan
Jalur Tes/Ujian Reguler menilai kemampuan akademik melalui tes tertulis, sedangkan jalur Beasiswa Unggulan menargetkan siswa yang membutuhkan dukungan finansial namun memiliki catatan akademik yang kuat. Kedua jalur tersebut tetap mengacu pada standar seleksi yang sama, yaitu ketentuan nilai rapor, prestasi, dan kemampuan bahasa Inggris.
Selain dua jalur berbasis tes, ada pula jalur non‑tes yang menekankan pada prestasi dan talenta. Jalur ini meliputi:
- SSU ITB Berbasis Prestasi Akademik
- SSU ITB Berbasis Prestasi dan Talenta
- SSU ITB Afirmasi Nusantara (3T) untuk wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar
Mahasiswa yang lolos jalur non‑tes tidak diwajibkan mengikuti tes tertulis, melainkan dinilai melalui portofolio, surat rekomendasi, dan bukti prestasi yang relevan. Pendekatan ini memberikan ruang bagi siswa berprestasi di bidang olahraga, seni, atau kegiatan sosial untuk tetap berkesempatan melanjutkan studi di ITB.
Program beasiswa yang ditawarkan mencakup:
- Beasiswa Penuh: menutupi seluruh biaya UKT dan IPI selama masa studi.
- Beasiswa Parsial: menutup sebagian biaya UKT, biasanya sebesar 50% hingga 75% tergantung pada kriteria penerima.
Penerima beasiswa biasanya dipilih dari calon mahasiswa yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, atau yang menunjukkan kebutuhan finansial yang terbukti. Namun, beasiswa tetap bersifat kompetitif dan menuntut prestasi akademik yang konsisten.
Proses pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui portal resmi ITB. Setelah mengisi formulir, calon mahasiswa harus mengunggah dokumen pendukung seperti ijazah SMA/SMK, transkrip nilai, sertifikat prestasi, serta fotokopi KIP bila ada. Verifikasi dokumen dilakukan oleh tim seleksi, dan hasil seleksi diumumkan pada kalender akademik ITB.
Dengan adanya berbagai jalur dan beasiswa, SSU ITB 2026 menawarkan alternatif yang lebih inklusif bagi siswa berpotensi tinggi di seluruh Indonesia. Meskipun tidak ada subsidi langsung, kombinasi antara beasiswa penuh, parsial, dan mekanisme penilaian berbasis prestasi memungkinkan lebih banyak mahasiswa berdaya saing untuk mengakses pendidikan tinggi bergengsi ini.
Kesimpulannya, calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di ITB melalui jalur SSU harus mempersiapkan biaya pendaftaran, memahami struktur UKT dan IPI, serta mengevaluasi peluang beasiswa yang tersedia. Dengan persiapan matang, peluang masuk ITB dapat menjadi lebih realistis, terutama bagi mereka yang memiliki prestasi akademik atau talenta luar biasa.



