GemaWarta – 05 Agustus 2026 | Kekerasan di kelas merupakan salah satu isu yang semakin meningkat di berbagai negara, termasuk Finlandia. Menurut laporan dari Trade Union of Education (OAJ), sebanyak 14 persen responden mengalami kekerasan di tempat kerja dalam setahun terakhir, meningkat dari 10 persen pada survei sebelumnya. Kekerasan ini mayoritas dilakukan oleh siswa, dan enam persen kasusnya berakhir dengan cuti sakit.
Di sisi lain, Utah menyambut sekitar 3.000 guru baru untuk tahun ajaran yang akan datang. Mereka akan menghadapi tantangan seperti manajemen kelas, penggunaan teknologi, dan masalah kehadiran siswa. Untuk mendukung para guru baru ini, banyak sekolah di Utah mengimplementasikan program bimbingan dan dukungan.
Di India, kasus pembunuhan seorang guru di Faridabad karena stalking dan ancaman kekerasan menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan guru. Kasus ini menunjukkan bahwa kekerasan tidak hanya terjadi di kelas, tetapi juga dapat mempengaruhi kehidupan pribadi para guru.
Jonathan Jansen, seorang profesor pendidikan terkemuka, berbagi pengalaman tentang upaya membalikkan keadaan di sebuah sekolah yang gagal di Afrika Selatan. Dengan kerja sama yang erat antara guru, siswa, dan masyarakat, sekolah tersebut berhasil memperbaiki kualitas pendidikannya.
Google juga berkontribusi pada pendidikan dengan meluncurkan Gemini di Classroom untuk siswa K-12. Ini adalah upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan menggunakan teknologi.
Kesimpulan dari berbagai kasus dan upaya tersebut menunjukkan bahwa pendidikan masih menghadapi banyak tantangan, tetapi dengan kerja sama dan inovasi, kita dapat memperbaiki kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan efektif.











