Pendidikan

Pembangunan Desa Berkelanjutan: Integrasi Pertanian, Pendidikan, dan Pariwisata

×

Pembangunan Desa Berkelanjutan: Integrasi Pertanian, Pendidikan, dan Pariwisata

Share this article

GemaWarta – 07 Agustus 2026 | Pembangunan desa berkelanjutan menjadi salah satu fokus utama dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan. Berbagai inisiatif telah dilakukan untuk mengintegrasikan pertanian, pendidikan, dan pariwisata sebagai kunci untuk mencapai tujuan tersebut.

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) telah meresmikan Kampung Sawah Abadi (KSA) Bulutana di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sebagai kawasan yang mengintegrasikan pertanian berkelanjutan dengan agrowisata. Program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus menjaga produktivitas lahan pertanian.

🔖 Baca juga:
Prestasi Gemilang SNBP 2026: Dari Mahasiswa Termuda hingga 439 Penerima Beasiswa BSI, Solusi Biaya Kuliah Terungkap

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Majalengka memperluas program Satu Desa Satu Sarjana dengan membuka kesempatan bagi 100 warga dari keluarga kurang mampu untuk kuliah sambil bekerja di Jepang. Program ini diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi keluarga dan memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat.

Universitas Siber Asia (UNSIA) juga telah menggelar Wisuda Sarjana Periode I Tahun Akademik Ganjil 2025/2026 yang ke-5, dengan tema Digital Talent for Village Sustainability: Membangun Indonesia dari Akar, Bergerak dengan Teknologi. UNSIA menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus menjadi saranan pemerataan pendidikan.

🔖 Baca juga:
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Ditutup, Pengumuman Calon Cadangan Segera Dirilis

Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan cabai menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru), salah satu langkah yang dilakukan yakni program penanaman cabai rawit seluas total 35 hektare di Kabupaten Temanggung.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung pengembangan daerah Wamena di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, sebagai salah satu destinasi budaya dan agrowisata unggulan. Kemenpar ingin mendorong agar pariwisata tumbuh dengan bertumpu pada kekuatan budaya dan potensi lokal yang dimiliki daerah.

🔖 Baca juga:
SPMB Jatim 2026 Dimulai: Cara Ambil PIN dan Seleksi Jalur Domisili

Kesimpulan, pembangunan desa berkelanjutan memerlukan integrasi pertanian, pendidikan, dan pariwisata. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan dan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *