GemaWarta – 12 Juni 2026 | Universitas Gadjah Mada (UGM) baru-baru ini menjadi sorotan karena beberapa kasus yang berkaitan dengan korupsi dan penerimaan mahasiswa baru. Dalam kasus korupsi, peneliti dari Pusat Kajian Antikorupsi (PUKAT) UGM, Zaenur Rohman, berharap penyelidikan kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) tidak berhenti di tersangka AYS.
Menurut Zaenur, AYS hanya sebagai kepanjangan tangan dari SS, tersangka dan eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya. Zaenur juga menyarankan agar penyidik dari Kejaksaan Agung untuk mendalami dan menilai pengajuan justice collaborator (JC) dari SS.
Sementara itu, UGM juga telah mengumumkan hasil seleksi jalur mandiri Ujian Masuk UGM Computer Based Test (UM UGM CBT) 2026. Dari total 44.972 peserta, 4.480 calon mahasiswa baru diterima melalui jalur ini. Program Studi Kedokteran menjadi yang paling ketat dengan rasio persaingan mencapai 1:96.
Salah satu mahasiswa baru yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 adalah Ristiana Artanti alias Risti. Risti berasal dari keluarga dengan ekonomi yang terbatas, namun ia berhasil meraih prestasi akademik yang baik dan diterima di prodi Manajemen Informasi Kesehatan, Sekolah Vokasi UGM.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UGM, Tiyo Ardianto, juga menjadi sorotan karena keberaniannya menyuarakan kritik terhadap pemerintah. Tiyo adalah lulusan Paket C yang berhasil melanjutkan pendidikan tinggi dan terpilih sebagai ketua BEM UGM.
Dalam beberapa kasus, UGM menunjukkan komitmennya dalam memerangi korupsi dan meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan demikian, UGM tetap menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.









