GemaWarta – 13 Juli 2026 | Setiap umat Muslim diwajibkan untuk menghadap kiblat saat melakukan shalat. Arah kiblat sendiri merupakan arah yang menuju ke Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Namun, bagaimana cara menentukan arah kiblat dengan akurat? Pada tanggal 15-16 Juli 2026, fenomena Rashdul Kiblat akan terjadi, yaitu ketika matahari berada tepat di atas Ka’bah. Fenomena ini dapat dimanfaatkan untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.
Salah satu cara untuk menentukan arah kiblat adalah dengan menggunakan metode Rashdul Kiblat. Metode ini memanfaatkan posisi matahari secara langsung tanpa memerlukan alat ukur khusus seperti kompas. Untuk mengecek akurasi kiblat, masyarakat cukup menyiapkan sebuah tongkat lurus atau benang yang diberi beban (bandul), kemudian memilih lokasi yang datar dan mendapatkan sinar matahari secara langsung. Tongkat ini ditegakkan hingga membentuk sudut 90 derajat terhadap permukaan tanah.
Tepat pada pukul 16.27 WIB, ujung bayangan tongkat diberi tanda. Selanjutnya, tarik garis lurus dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat. Garis itulah yang menunjukkan arah kiblat secara akurat. Metode ini sangat mudah dan sederhana, namun memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi.
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, juga telah mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Rashdul Kiblat untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknis para aparatur serta pemangku kepentingan dalam menentukan arah kiblat secara ilmiah dan akurat.
Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat menentukan arah kiblat dengan akurat dan melakukan shalat dengan benar. Pemahaman mengenai arah kiblat yang benar merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas pelayanan keagamaan, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah umat Islam.
Kesimpulan, menentukan arah kiblat dengan akurat sangat penting dalam melakukan shalat. Dengan menggunakan metode Rashdul Kiblat, masyarakat dapat menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan pengetahuan dan kemampuan teknis para aparatur serta pemangku kepentingan dalam menentukan arah kiblat secara ilmiah dan akurat.











