Religi

Tragedi di Tanah Suci: Jemaah Haji Solo Wafat di Madinah Akibat Serangan Jantung

×

Tragedi di Tanah Suci: Jemaah Haji Solo Wafat di Madinah Akibat Serangan Jantung

Share this article
Tragedi di Tanah Suci: Jemaah Haji Solo Wafat di Madinah Akibat Serangan Jantung
Tragedi di Tanah Suci: Jemaah Haji Solo Wafat di Madinah Akibat Serangan Jantung

GemaWarta – 26 April 2026 | Sejumlah jemaah haji Indonesia terus menapaki rangkaian ibadah di Tanah Suci, namun kabar duka datang dari kloter 3 Embarkasi Solo. Pada 23 April 2026, Ibu Rodiyah Wayan berusia 68 tahun, asal Pagongan RT 05/01 Dukuhturi, Kabupaten Tegal, dilaporkan meninggal dunia di Madinah setelah mengalami serangan jantung. Kejadian ini menjadi sorotan utama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di tengah gelombang lebih dari dua puluh ribu jamaah yang baru tiba.

Menurut keterangan Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, Ibu Rodiyah menurunkan diri dari pesawat di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Tak lama setelah itu, ia mengeluh sesak napas dan segera dirujuk ke klinik kesehatan haji (KKHI) di bandara. Pemeriksaan medis mengindikasikan adanya serangan jantung, namun meskipun telah diberikan penanganan intensif, kondisi Ibu Rodiyah tidak membaik dan dinyatakan wafat pada pukul 11.45 Waktu Arab Saudi (WAS) oleh tim medis.

🔖 Baca juga:
Jadwal Isya 17 April 2026: Panduan Lengkap untuk Umat Muslim di Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Bali

David Jafar Saputra, Wakil Kepala Bidang Perbekalan dan PIC Humas PPIH Embarkasi Solo, menambahkan bahwa almarhumah akan dimakamkan di makam Baqi, Madinah, serta akan mendapatkan asuransi jemaah haji sesuai ketentuan. Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga serta menegaskan bahwa proses pemulangan jenazah akan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku.

Insiden ini terjadi bersamaan dengan laporan Kemenhaj bahwa hingga 24 April 2026, sebanyak 20.330 jemaah haji Indonesia telah tiba di Madinah, termasuk hampir empat ribu lansia. Pemerintah menyiapkan fasilitas kesehatan yang terintegrasi, mulai dari klinik KKHI, tim medis khusus, hingga rujukan ke rumah sakit Saudi bagi yang membutuhkan perawatan lanjutan. Dari total jemaah yang telah tiba, 93 orang menjalani rawat jalan karena komorbiditas seperti hipertensi, diabetes, atau kelelahan, sementara dua orang dirawat di KKHI dan satu lagi dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi.

Berikut ringkasan data kesehatan jemaah haji Indonesia pada fase pertama kedatangan:

🔖 Baca juga:
Rahasia Niat Puasa Sunnah Senin: Panduan Lengkap, Dalil, dan Keutamaannya bagi Umat Muslim Indonesia
  • Jumlah total jemaah tiba: 20.330 orang
  • Jemaah lansia (≥60 tahun): 3.972 orang
  • Jemaah yang memerlukan rawat jalan: 93 orang
  • Jemaah yang dirawat inap di KKHI: 2 orang
  • Jemaah yang dirujuk ke rumah sakit Saudi: 1 orang

Kemenhaj menegaskan kesiapan fasilitas kesehatan, termasuk klinik-klinik yang beroperasi 24 jam, tenaga medis berlisensi, serta kerja sama dengan rumah sakit setempat. Setiap kloter juga dilengkapi dengan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang bertugas memantau kondisi kesehatan, memberikan pertolongan pertama, dan mengkoordinasikan evakuasi medis bila diperlukan.

Selain penanganan medis, pihak berwenang juga memastikan proses logistik dan keamanan bagi jemaah yang rentan, seperti lansia dan penyandang disabilitas. Setiap kloter diarahkan ke hotel yang berlokasi strategis dekat Masjid Nabawi, dengan transportasi bus khusus yang disiapkan untuk meminimalkan kelelahan.

Kejadian meninggalnya Ibu Rodiyah menambah kesadaran akan pentingnya persiapan kesehatan sebelum berangkat haji. Kementerian Haji terus mengingatkan calon jemaah untuk melakukan pemeriksaan medis lengkap, mengelola penyakit kronis, serta mengikuti protokol kesehatan selama ibadah di Tanah Suci.

🔖 Baca juga:
Tidak Ada Visa Haji Furoda 2026: Kemenhaj dan Satgas Haji Ilegal Perketat Pengawasan

Dengan tetap menjaga solidaritas dan dukungan bagi keluarga almarhum, komunitas haji Indonesia berharap dapat melanjutkan ibadah dengan khidmat, mengingat bahwa setiap langkah di Tanah Suci merupakan bagian dari perjalanan spiritual yang mendalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *