OLAHRAGA

Achraf Hakimi dan Kontroversi FIFA: Dari Larangan Berbahasa Spanyol hingga Pujian Mats Hummels

×

Achraf Hakimi dan Kontroversi FIFA: Dari Larangan Berbahasa Spanyol hingga Pujian Mats Hummels

Share this article
Achraf Hakimi dan Kontroversi FIFA: Dari Larangan Berbahasa Spanyol hingga Pujian Mats Hummels
Achraf Hakimi dan Kontroversi FIFA: Dari Larangan Berbahasa Spanyol hingga Pujian Mats Hummels

GemaWarta – 14 Juni 2026 | Pertandingan antara Brasil dan Maroko di Piala Dunia 2026 telah menjadi sorotan karena kejadian unik yang terjadi selama sesi media sebelum pertandingan. Achraf Hakimi, kapten tim nasional Maroko, dan Vinicius Junior, bintang Brasil, dilarang berbicara dalam bahasa Spanyol selama konferensi pers. Hakimi, yang tumbuh dewasa di Madrid dan fasih berbahasa Spanyol, ingin menjawab pertanyaan dalam bahasa tersebut, tetapi petugas FIFA melarangnya dengan alasan tidak ada penerjemah Spanyol yang tersedia.

Insiden ini memicu debat online, dengan banyak penggemar bertanya-tanya tentang alasan di balik larangan ini, terutama mengingat Piala Dunia diselenggarakan di Amerika Utara, di mana Spanyol adalah bahasa yang umum digunakan. Sementara itu, Mats Hummels, mantan pemain Jerman, memuji Hakimi sebagai pemain yang luar biasa, terutama karena kecepatannya yang luar biasa. Hummels mengenal Hakimi saat mereka sama-sama bermain untuk Borussia Dortmund.

🔖 Baca juga:
Pertarungan Sengit di Lapangan: Orlando City vs Atlanta United

Pertandingan Brasil vs Maroko berakhir dengan skor 1-1, dengan Vinicius Junior mencetak gol untuk Brasil, sementara Maroko unggul lebih dulu melalui gol Ismael Saibari. Pertandingan ini menandai awal kompetisi Grup C, yang juga diikuti oleh Skotlandia dan Haiti. Sementara itu, Achraf Hakimi juga telah menjadi sorotan karena kehidupan pribadinya, termasuk perceraiannya dengan aktris Hiba Abouk. Abouk, yang dikenal karena perannya dalam drama Spanyol, menikah dengan Hakimi pada 2020 sebelum mereka berpisah pada 2023.

🔖 Baca juga:
Jerman Siap Tantang Curacao di Piala Dunia 2026

Dalam perceraian mereka, Abouk meminta privasi untuk dirinya dan anak-anak mereka. Sementara itu, Hakimi fokus pada karirnya dengan Paris Saint-Germain dan tim nasional Maroko. Dengan bakat dan dedikasinya, Hakimi telah menjadi salah satu bek sayap terbaik di dunia dan diharapkan akan terus memimpin Maroko di Piala Dunia 2026.

🔖 Baca juga:
Australia Mengalahkan Turki 2-0 di Piala Dunia 2026

Kesimpulan dari kejadian ini menunjukkan bahwa Piala Dunia tidak hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang kontroversi dan kehidupan pribadi pemain. Dari larangan berbahasa Spanyol hingga pujian dari rekan sepak bola, Achraf Hakimi telah menjadi sorotan di kancah internasional. Maroko, dengan Hakimi di garis depan, berharap dapat melanjutkan perjuangan mereka di Piala Dunia dan membuktikan kekuatan mereka di panggung sepak bola dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *