GemaWarta – 18 April 2026 | Ajax Amsterdam diperkirakan akan melakukan perombakan skuad signifikan menjelang musim 2026/2027. Manajemen klub yang dipimpin oleh CEO Frank de Boer mengungkapkan niat untuk menyegarkan lini tengah dan serang, sekaligus menambah kedalaman di posisi bek dengan memanfaatkan peluang pasar internasional. Di tengah dinamika transfer Eropa, nama-nama pemain yang berasal dari Asia Tenggara dan bahkan mantan bintang Premier League mulai terdengar.
Salah satu sorotan utama adalah rumor kedatangan pemain bintang Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri. Penyerang berbakat yang saat ini memperkuat FC Utrecht telah menorehkan penampilan impresif di Eredivisie, mencetak 12 gol dan 8 assist dalam 28 penampilan. Performanya menarik perhatian jajaran pencari bakat Ajax, yang dikenal dengan filosofi mengasah pemain muda menjadi bintang dunia. Jika transfer ini terwujud, Vikri akan menjadi pionir Indonesia yang bermain di klub top Belanda sejak era Persib Bandung mengirimkan pemain ke Eropa pada awal 2000-an.
Sementara itu, nama mantan pemain Manchester United yang pernah mengenakan jersey Ajax kembali muncul dalam diskusi internal klub. Daley Blind, bek kiri yang kembali ke Ajax pada 2023 setelah meninggalkan Old Trafford, dikabarkan dipertimbangkan untuk menjadi bagian dari tim pelatih sebagai asisten kepala pelatih. Pengalaman Blind di level tertinggi, baik di Liga Inggris maupun kompetisi Eropa, diyakini dapat menambah nilai taktis bagi skema permainan Erik ten Hag yang akan digantikan.
Berita lain yang beredar menyebutkan bahwa Ajax tengah menargetkan dua pemain muda berbakat dari Asia untuk memperkuat lini serang. Selain Vikri, nama pemain asal Vietnam, Nguyen Quang Hai, juga disebut dalam daftar pendek. Kedua pemain tersebut diyakini memiliki karakteristik teknis yang sejalan dengan filosofi ‘Total Football’ Ajax, yaitu kemampuan mengoper, gerakan tanpa bola, dan fleksibilitas posisi.
Berikut rangkuman poin penting yang menjadi fokus perombakan Ajax musim depan:
- Egy Maulana Vikri – Penyerang sayap kiri, usia 24, kontrak dengan FC Utrecht akan habis pada Juni 2026. Nilai pasar diperkirakan €7,5 juta.
- Daley Blind – Mantan pemain Manchester United, akan beralih menjadi asisten pelatih, membawa pengalaman taktik Premier League.
- Nguyen Quang Hai – Gelandang serang Vietnam, menonjol di AFF Championship 2024, diperkirakan menarik bagi Ajax.
- Penguatan lini tengah – Ajax mengincar gelandang bertahan berusia 22-24 tahun dari liga Belgia atau Prancis untuk menambah kestabilan.
- Revisi kebijakan kontrak – Manajemen berencana memperpanjang kontrak pemain kunci seperti Dusan Tadic dan Antony, sambil menyiapkan transisi generasi muda.
Strategi perombakan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, melainkan juga aspek komersial. Kehadiran pemain Asia berpotensi membuka pasar baru bagi Ajax di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Vietnam, dan Thailand. Klub berharap dapat meningkatkan penjualan merchandise, hak siar televisi, serta memperluas basis penggemar digital.
Namun, proses ini tidak lepas dari tantangan. Kompetisi di pasar transfer Eropa semakin ketat, dengan klub-klub Premier League dan Serie A juga menaruh mata pada pemain muda berbakat dari Asia. Selain itu, regulasi UEFA mengenai batasan pemain non-EU menjadi pertimbangan penting bagi Ajax dalam menambah kuota pemain luar negeri.
Pengamat sepak bola menilai langkah Ajax ini sebagai upaya adaptasi terhadap perubahan dinamika kompetisi domestik dan internasional. “Ajax selalu menjadi pelopor dalam mengembangkan talenta muda. Memasukkan pemain Asia yang sudah terbukti di liga Eropa dapat memberi dimensi baru pada taktik mereka,” ujar Rizky Pratama, analis sepak bola di Jakarta.
Jika semua rumor terbukti akurat, musim depan Ajax diprediksi akan menampilkan skuad yang lebih beragam secara kebangsaan, sekaligus mempertahankan identitas permainan menyerang yang menjadi ciri khas klub. Perombakan ini juga memberi harapan baru bagi pemain Indonesia yang bermimpi menembus panggung Eropa, sekaligus menandai era kolaborasi lintas benua antara Ajax dan pasar Asia.
Dengan agenda pertemuan staf teknis dan perwakilan agen pada akhir pekan ini, keputusan final kemungkinan akan diumumkan menjelang akhir Juli 2026. Para penggemar Ajax dan pecinta sepak bola Indonesia menantikan perkembangan selanjutnya, sambil menebak dampak potensial terhadap performa Ajax di Eredivisie dan kompetisi UEFA Champions League.









