GemaWarta – 29 April 2026 | Arema FC kembali menjadi sorotan publik setelah menelan kekalahan telak 0-4 dari Persebaya Surabaya pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026. Kekalahan ini sekaligus mematahkan rekor lama Arema yang selama bertahun‑tahun tidak pernah kalah melawan Persib Bandung dalam pertemuan resmi, sebuah catatan yang telah menambah kebanggaan bobot sejarah klub Singo Edan. Meski hasilnya mengecewakan, kiper muda Lucas Frigeri berhasil mencuri perhatian dengan aksi penyelamatan beruntun yang layak disebut sebagai Man of The Match.
Pertandingan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Selasa 28 April 2026. Persebaya menampilkan permainan agresif sejak menit ke‑49 ketika gelandang asal Meksiko, Francisco Rivera, mencetak gol pertamanya setelah menerima umpan tajam dari Mihailo Perovic. Rivera tidak berhenti di situ; pada menit ke‑82 ia menambah satu gol lagi, menutup brace yang membuat skor menjadi 2-0. Gol ketiga datang melalui Jefferson Da Silva pada menit ke‑76, sementara gol keempat dicetak oleh Alfredo Tata pada menit ke‑86, menegaskan dominasi total Persebaya.
Di sisi Arema, serangan balik tidak dapat menembus pertahanan lawan. Kesempatan penalti yang diberikan kepada Persebaya sempat dimanfaatkan oleh Bruno Moreira, namun tendangan tersebut berhasil diblok oleh Lucas Frigeri, menambah poin plus bagi sang kiper. Sayangnya, pertahanan Arema tampak kebingungan, terutama pada fase transisi cepat yang menghasilkan dua gol terakhir Persebaya.
Pelatih Arema, Marcos Santos, menyampaikan permintaan maaf resmi kepada Aremania setelah pertandingan. “Kami sangat menyesal atas hasil ini. Kesalahan taktik dan keputusan pergantian pemain yang terlambat menjadi faktor utama,” ujar Santos dalam konferensi pers pasca laga. Ia menambahkan, “Lucas Frigeri telah menunjukkan kelasnya dengan menyelamatkan tim dari skor yang lebih parah, dan kami menghargai penampilannya.
Penampilan Lucas Frigeri memang menjadi sorotan utama. Dengan refleks cepat, ia berhasil menangkis tiga tembakan berbahaya dalam 30 menit pertama, termasuk satu tendangan keras dari Jefferson Da Silva yang hampir menyamakan kedudukan. Pada menit ke‑90, Frigeri melakukan penyelamatan spektakuler dari tembakan jauh yang melesat ke sudut kiri gawang, memastikan Arema tetap berada pada selisih empat gol. Statistik pertandingan mencatat Frigeri melakukan 7 penyelamatan, 2 kali menghalau bola masuk kotak penalti, serta mendominasi duel udara dengan 4 tekel bersih.
- Skor akhir: Persebaya 4 – 0 Arema FC
- Penampil terbaik: Lucas Frigeri (Man of The Match)
- Gol Persebaya: Francisco Rivera (2), Jefferson Da Silva (1), Alfredo Tata (1)
- Kartu kuning: 3 (2 Arema, 1 Persebaya)
Dengan hasil ini, Arema tetap berada di peringkat ke‑11 klasemen sementara dengan 39 poin dari 30 pertandingan, jauh di belakang zona aman. Sementara itu, Persebaya berhasil menambah poin menjadi 48 dan menancapkan diri di empat besar sementara. Kedua tim kini memiliki empat pertandingan tersisa sebelum akhir musim, dan Arema harus segera memperbaiki strategi serta meningkatkan konsistensi pemain untuk menghindari kemunduran lebih jauh.
Kemenangan besar ini juga menegaskan kembali dominasi Persebaya dalam pertemuan klasik Derbi Jatim akhir pekan ini. Bagi Arema, selain harus mengatasi tekanan mental setelah kekalahan, tim harus menyiapkan diri menghadapi laga berikutnya melawan Persib Bandung, yang sekaligus menjadi ujian apakah rekor lama melawan Persib dapat dipulihkan kembali.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menjadi pelajaran berharga bagi Arema FC. Kegagalan dalam menahan serangan cepat Persebaya, kesalahan taktik, serta pergantian pemain yang tidak tepat menjadi faktor utama kegagalan. Di sisi lain, Lucas Frigeri menunjukkan bahwa generasi baru kiper Arema siap mengemban tanggung jawab besar, memberikan harapan baru bagi suporter yang masih berharap tim dapat bangkit dan kembali bersaing di puncak klasemen.











