GemaWarta – 31 Mei 2026 | Arsenal mengalami kekecewaan besar setelah kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) dalam adu penalti di final Liga Champions. Pertandingan yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, berakhir imbang 1-1 hingga akhir waktu normal dan extra time, sehingga memaksa dilakukan adu penalti untuk menentukan juara.
Kai Havertz memberikan Arsenal keunggulan awal pada menit keenam, tetapi Ousmane Dembele menyamakan kedudukan dari titik penalti pada menit ke-65. Meskipun Arsenal memiliki beberapa kesempatan untuk mencetak gol lagi, mereka tidak berhasil memanfaatkan peluang tersebut.
Di adu penalti, Eberechi Eze dari Arsenal melesetkan tendangan penaltinya, sementara Gabriel Magalhaes juga gagal mencetak gol dari titik penalti, sehingga PSG memenangkan adu penalti dengan skor 4-3. Kemenangan ini membuat PSG menjadi juara Liga Champions untuk kedua kalinya berturut-turut.
Pertandingan ini sangat berat dan penuh dengan aksi-aksi dramatis, terutama ketika Gabriel Magalhaes melewatkan kesempatan emas untuk memberikan Arsenal keunggulan. Ia dibanjiri oleh reaksi sedih dari rekan-rekannya setelah melesetkan penalti, tetapi juga mendapatkan dukungan dari lawan-lawannya, termasuk Marquinhos yang merupakan rekan satu timnya di tim nasional Brasil.
Dengan kekalahan ini, Arsenal harus menerima kenyataan bahwa mereka belum berhasil meraih gelar Liga Champions. Namun, mereka telah menunjukkan kemampuan dan semangat yang luar biasa sepanjang musim ini, dan mereka berharap dapat kembali lebih kuat di musim depan.
Pertandingan ini juga menunjukkan solidaritas antar pemain, terutama ketika Marquinhos dari PSG mendatangi Gabriel untuk memberikan dukungan setelah ia melesetkan penalti. Ini merupakan contoh dari semangat olahraga yang sejati dan menunjukkan bahwa, meskipun mereka adalah lawan di lapangan, mereka tetap dapat menunjukkan rasa hormat dan kepedulian satu sama lain.











