GemaWarta – 18 April 2026 | Liverpool kembali menghadapi pukulan berat setelah striker muda berbakat Hugo Ekitike mengalami cedera tendon Achilles yang diperkirakan membuatnya absen minimal sembilan bulan. Cedera tersebut terjadi pada laga leg kedua perempat final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain pada 15 April 2026, ketika Ekitike hanya mampu bermain selama 31 menit sebelum harus ditarik keluar lapangan.
Arne Slot, manajer Liverpool, menyatakan rasa kecewa mendalam atas kejadian ini. “Dia belum menjalani operasi, cedera ini sangat menghancurkan baginya. Datang ke klub baru, langsung memberi dampak, lalu harus menghadapi situasi seperti ini,” ujar Slot dalam konferensi pers pasca pertandingan. Menurutnya, Ekitike adalah pemain yang sangat potensial dan kehadirannya di Anfield diharapkan dapat mengisi kekosongan di lini depan sejak kedatangannya pada bursa transfer musim panas lalu dengan nilai transfer 79 juta poundsterling.
Selain menghilangkan harapan pribadi Ekitike untuk tampil di Piala Dunia 2026 bersama Timnas Prancis, cedera ini juga menambah beban pada skuad Liverpool yang sudah merasakan tekanan setelah kekalahan melawan PSG. Dengan Ekitike tak dapat dimainkan, sorotan otomatis beralih kepada Alexander Isak, penyerang yang dibeli dengan rekor transfer 125 juta poundsterling. Meskipun Isak telah kembali dari cedera fibula, Slot mengakui bahwa dia belum siap bermain penuh 90 menit dan masih memerlukan waktu untuk kembali ke performa optimal.
Situasi ini memaksa Liverpool mengandalkan beberapa alternatif lain di lini serang:
- Cody Gakpo, yang tampil impresif sebagai pengganti di pertandingan melawan PSG.
- Federico Chiesa, yang dapat dioperasikan sebagai striker alternatif.
- Alexander Isak, yang meski kembali, masih dalam tahap pemulihan kebugaran.
Slot menegaskan bahwa keputusan merekrut dua nomor 9 pada musim panas lalu terbukti tepat dalam konteks cedera beruntun yang menimpa Ekitike. “Kami tidak ingin menjadi satu-satunya klub yang hanya punya satu striker utama. Sekarang orang-orang mungkin mulai bertanya apakah kami perlu menambah satu nomor 9 lagi,” katanya sambil menambahkan optimisme bahwa pemain muda seperti Ekitike dapat kembali lebih kuat setelah proses rehabilitasi.
Proses pemulihan Ekitike diperkirakan dimulai dengan operasi segera, diikuti dengan program rehabilitasi intensif yang biasanya memakan waktu 6-9 bulan. Slot menuturkan, “Saya 100 persen yakin, dalam 10-15 tahun ke depan, dia mungkin akan mengatakan cedera ini membuatnya menjadi pemain yang lebih siap dan lebih hebat.” Pernyataan ini mencerminkan keyakinan manajer bahwa cedera serius di awal karier tidak selalu berujung pada kemunduran permanen.
Di sisi lain, tekanan pada Alexander Isak meningkat. Meskipun telah mencetak beberapa gol penting, konsistensinya masih dipertanyakan, terutama mengingat tingginya ekspektasi yang dibarengi dengan harga transfer yang menggemparkan. Slot menambahkan, “Alex belum siap untuk 90 menit, tergantung intensitas pertandingan, karena kami tidak pernah tahu bagaimana jalannya laga.” Ia menegaskan pentingnya rotasi pemain untuk menghindari kelelahan dan mengoptimalkan performa tim.
Selain itu, Liverpool tetap menyiapkan opsi taktis lain. Dengan kedatangan pemain seperti Chiesa dan fleksibilitas Gakpo, pelatih dapat menyesuaikan formasi tergantung lawan dan kondisi kebugaran pemain. Slot menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa meskipun kehilangan Ekitike adalah pukulan besar, klub tetap memiliki kedalaman skuad yang memungkinkan mereka bersaing di kompetisi domestik maupun Eropa.
Ke depan, Liverpool harus menavigasi fase kritis musim ini tanpa kontribusi utama dari Ekitike, sambil memastikan proses pemulihan striker muda itu berjalan lancar. Jika segala sesuatunya berjalan sesuai rencana, Liverpool berharap dapat kembali bersaing kuat pada paruh kedua musim, dengan Ekitike kembali menjadi ancaman utama di lini serang.











