GemaWarta – 18 April 2026 | Pertandingan Serie A antara Sassuolo dan Como yang digelar pada Jumat, 17 April 2026, di Stadion Mapei, Reggio Emilia, berakhir dengan kemenangan tipis tim tuan rumah, 2-1. Kemenangan ini membawa Sassuolo naik ke posisi ke-11 klasemen dengan 42 poin, sementara Como tetap berada di urutan lima dengan 58 poin.
Sejak peluit pertama, kedua tim menampilkan permainan yang intens. Pada menit 19:21, Sassuolo membuka skor lewat serangan yang dimulai dari sudut kanan. Volpato menyalurkan bola kepada Nzola yang kemudian melepaskan tembakan terarah ke sudut kiri gawang, menciptakan keunggulan pertama bagi tim tuan rumah. Tak lama setelah itu, pada menit 19:15, Nzola kembali terlibat dalam serangan, kali ini memberikan umpan kepada Volpato yang mengeksekusi satu lagi tembakan akurat, memperbesar keunggulan menjadi 2-0.
Como tidak tinggal diam. Pada menit 19:20, Nico Paz mengejutkan kiper Turati dengan tembakan keras dari dalam kotak penalti. Bola meluncur dengan kecepatan tinggi, namun Turati berhasil menebasnya dengan tangkapan refleks yang menegangkan, mempertahankan keunggulan Sassuolo.
Namun, harapan Como kembali hidup pada menit 19:53 ketika Paz berhasil menembus pertahanan Sassuolo dan menempatkan bola tepat di sudut kanan gawang, mengurangi selisih menjadi 2-1. Gol tersebut menjadi sorotan utama karena Paz, pemain Spanyol asal Como, menunjukkan ketajaman dan keberanian dalam menghadapi lini pertahanan yang telah berusaha menutup ruang gerak lawan.
Kiper Turati tetap menjadi pahlawan di lini belakang Sassuolo. Pada menit 19:58, ia melakukan penyelamatan krusial pada tembakan Moreno yang hampir menambah gol untuk Como. Selanjutnya, pada menit 20:10, Turati kembali menepis bola tinggi yang melayang di depan gawang, mengamankan hasil akhir pertandingan.
Di luar lapangan, pertandingan ini juga disorot oleh konferensi pers yang diadakan beberapa jam sebelum laga. Direktur olahraga Sassuolo, Francesco Palmieri, bersama CEO grup Mapei, Veronica Squinzi, membahas visi jangka panjang klub dalam pengembangan talenta muda. Kedua tokoh ini menekankan pentingnya kepemilikan kuat dan investasi pada akademi pemain sebagai fondasi keberlanjutan kesuksesan.
Sementara itu, perwakilan Como, Giovanni Carnevali dan Presiden Suwarso, mengalami kendala lalu lintas yang membuat mereka terjebak di jalan tol A1. Keduanya akhirnya bergabung dalam konferensi via video, menyoroti tantangan logistik yang sering dihadapi klub-klub sepakbola modern. Carnevali menekankan pentingnya model bisnis yang berkelanjutan, sementara Suwarso menyoroti peran kreativitas dalam mengembangkan klub yang masih relatif muda.
Susunan pemain resmi juga menjadi topik pembicaraan. Sassuolo menurunkan formasi 4-3-3 dengan Turati di antara tiang gawang, didukung oleh pertahanan yang terdiri dari Walukiewicz, Muharemovic, Idzes, dan Coulibaly. Lini tengah diisi oleh Koné, Matic, dan Thorstvedt, sementara serangan ditutup oleh Volpato, Nzola, dan Laurienté. Di sisi Como, formasi 4-2-3-1 diterapkan dengan Butez sebagai kiper, pertahanan yang melibatkan Smolcic, Ramon, Kempf, dan Moreno, serta lini tengah yang dipimpin oleh Da Cunha dan Caqueret. Penyerang utama Como, Nico Paz, menjadi ancaman utama di lini serang.
Pertandingan ini juga dapat disaksikan secara daring melalui platform Vidio. Penonton dapat mengakses siaran langsung dengan mengunjungi tautan streaming yang disediakan oleh Vidio pada hari pertandingan, memudahkan penggemar di seluruh Indonesia untuk mengikuti aksi di lapangan tanpa harus berada di stadion.
Statistik akhir menunjukkan bahwa Sassuolo menguasai 58% penguasaan bola, mencatat 12 tembakan dengan 5 di antaranya mengarah ke gawang, sedangkan Como menembakkan 9 tembakan dengan 3 tepat ke arah gawang. Kedua tim masing-masing melakukan tiga pergantian pemain pada babak pertama, menyesuaikan taktik untuk mengatasi dinamika pertandingan.
Dengan hasil ini, Sassuolo menegaskan niatnya untuk kembali bersaing di papan atas klasemen, sementara Como tetap berjuang mempertahankan posisinya di zona kompetitif Liga Italia. Pertandingan selanjutnya bagi Sassuolo akan menjadi ujian bagi strategi mereka dalam mengoptimalkan pemain muda, sementara Como harus mencari cara untuk menutup celah defensif yang masih terlihat.
Secara keseluruhan, laga antara Sassuolo dan Como memberikan hiburan sepakbola yang menarik, menampilkan gol-gol krusial, aksi penyelamatan spektakuler, serta cerita di balik layar yang memperkaya narasi kompetisi Serie A.











