GemaWarta – 27 April 2026 | Jeddah, 25 April 2026 – Stadion King Abdullah Sports City menjadi saksi pertarungan sengit antara Al Ahli dan Machida Zelvia pada final AFC Champions League Elite 2026. Pertandingan yang berlangsung tanpa gol selama 90 menit reguler berlanjut ke perpanjangan waktu, di mana Al Ahli berhasil memecah kebuntuan dan mengamankan kemenangan 1-0, sekaligus mempertahankan gelar juara Asia.
Sejak peluit awal, Al Ahli menunjukkan pola menyerang yang terorganisir. Langkah pertama datang dari tendangan terobosan Galeno yang menguji kiper Machida, Kosei Tani, namun berhasil digagalkan. Tak lama kemudian, gelandang Merih Demiral menciptakan peluang berbahaya, namun tembakannya memantul dari mistar gawang lawan. Tekanan terus berlanjut, namun kedua tim tetap bertahan dengan disiplin tinggi.
Pada menit ke-68, alur pertandingan berubah drastis ketika bek tengah Al Ahli, Zakaria Al Hawsawi, menerima kartu merah setelah aksi keras di area penalti. Kejadian ini memaksa Al Ahli bermain dengan 10 pemain. Machida Zelvia berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah, meluncurkan serangan lewat tendangan Hiroyuki Mae yang hampir menembus gawang, namun diselamatkan oleh kiper Al Ahli, mantan bintang Liverpool Edouard Mendy.
Babak kedua tetap intens, dengan Al Ahli yang tak menyerah meski berada dalam kondisi kurang pemain. Serangan balik terus dilakukan, namun peluang belum berubah menjadi gol. Menjelang akhir waktu reguler, wasit menandai akhir pertandingan dengan skor imbang 0-0, memaksa kedua tim memasuki babak tambahan.
Di babak ekstra waktu, tekanan kembali meningkat. Pada menit ke-96, Al Ahli menemukan celah melalui kombinasi umpan pendek dari gelandang tengah Franck Kessié. Penyerang muda Firas Al Buraikan, yang telah menjadi andalan dalam kompetisi ini, berhasil mengonversi bola tersebut menjadi gol penentu. Gol tersebut tidak hanya memberikan keunggulan 1-0, tetapi juga mengukuhkan peran krusial Al Buraikan dalam meraih gelar kedua klub di era Elite.
Setelah gol tercipta, Al Ahli berfokus pada pertahanan solid. Edouard Mendy kembali menunjukkan reflex luar biasa, menepis beberapa upaya akhir Machida Zelvia yang berusaha mengembalikan keseimbangan. Di menit-menit akhir, Al Ahli berhasil menahan tekanan, memastikan kemenangan bersejarah.
Kemenangan ini menandai gelar kedua Al Ahli dalam AFC Champions League Elite, setelah sebelumnya menjuarai kompetisi pada musim 2025 dengan mengalahkan Kawasaki Frontale. Keberhasilan mempertahankan gelar menunjukkan konsistensi taktik pelatih dan kedalaman skuad, meskipun harus berjuang dengan satu pemain lebih sedikit selama lebih dari 30 menit.
Para pemain Al Ahli merayakan momen bersejarah tersebut dengan antusiasme tinggi. Firas Al Buraikan, pencetak gol tunggal, mengungkapkan kebanggaannya atas kontribusi bagi klub: “Saya bersyukur dapat membantu tim meraih kemenangan ini, terutama dalam situasi yang menantang. Dukungan rekan setim dan pelatih sangat berarti.” Sementara Edouard Mendy menekankan pentingnya kerja sama tim dalam menghadapi tekanan: “Kami tahu bahwa setiap aksi sangat penting, terutama setelah reduksi pemain. Kami berjuang bersama sampai peluit akhir.”
Di sisi lain, Machida Zelvia tetap bangga dengan penampilan mereka. Meskipun harus menelan kekalahan tipis, mereka menunjukkan semangat juang yang tinggi, terutama dalam mengatasi keunggulan pemain lawan. Kepala pelatih Machida, Hiroshi Sato, mengapresiasi performa tim: “Kami sudah memberikan yang terbaik. Kekalahan ini menyakitkan, namun kami akan belajar dan kembali lebih kuat di kompetisi selanjutnya.”
Secara keseluruhan, final ini menegaskan bahwa AFC Champions League Elite 2026 menyajikan kompetisi berkualitas tinggi, dengan taktik cerdas, ketangguhan mental, dan momen-momen dramatis yang mengikat penonton di seluruh Asia. Al Ahli kini menatap tantangan selanjutnya, termasuk pertahanan gelar di musim berikutnya, sementara Machida Zelvia akan kembali memperkuat skuad demi mengejar kesuksesan di kompetisi domestik dan internasional.











