OLAHRAGA

Drama Konflik Internal AS Roma: Ranieri dan Massara Diberhentikan demi Gasperini

×

Drama Konflik Internal AS Roma: Ranieri dan Massara Diberhentikan demi Gasperini

Share this article
Drama Konflik Internal AS Roma: Ranieri dan Massara Diberhentikan demi Gasperini
Drama Konflik Internal AS Roma: Ranieri dan Massara Diberhentikan demi Gasperini

GemaWarta – 25 April 2026 | AS Roma resmi mengumumkan perpisahan dengan dua tokoh seniornya, Claudio Ranieri dan Ricky Massara, dalam langkah strategis yang menandai puncak Konflik Internal AS Roma. Keputusan ini diumumkan pada Jumat (24/4/2026) lewat pernyataan resmi klub, menegaskan dukungan penuh kepada pelatih kepala Gian Piero Gasperini sebagai figur sentral dalam proyek jangka panjang tim.

Ranieri, yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih utama hingga akhir musim lalu, kembali ke Roma sebagai penasihat senior setelah pensiun pada November 2024. Selama masa transisi, ia berperan penting dalam mengangkat tim dari posisi menengah ke posisi persaingan zona Liga Champions. Namun, hubungan profesionalnya dengan Gasperini mulai merenggang ketika sang pelatih mengkritik kebijakan transfer dan penanganan cedera pemain, menimbulkan ketegangan yang akhirnya mengemuka ke publik.

🔖 Baca juga:
Erick Thohir Siapkan Kompetisi Sepak Bola Baru, Nasib Super League dan Piala Indonesia Kini Terungkap

Ricky Massara, direktur olahraga yang bertanggung jawab atas kebijakan rekrutmen, juga terlibat dalam perselisihan yang sama. Gasperini menilai bahwa beberapa keputusan Massara tidak sejalan dengan visi taktik tim, khususnya dalam mengatur rotasi pemain dan prioritas pada pasar transfer. Konflik antara keduanya menambah tekanan pada manajemen klub, memaksa mereka memilih sisi mana yang akan dipertahankan.

Dalam pernyataan resmi, AS Roma menyampaikan rasa terima kasih kepada Ranieri atas kontribusinya yang signifikan, serta menghargai peran Massara selama masa sulit. Namun, klub menegaskan bahwa “arah kami jelas” dan menaruh kepercayaan penuh pada Gasperini untuk memimpin Roma ke fase baru. Pernyataan tersebut menekankan stabilitas, visi terdefinisi, dan komitmen pada perkembangan jangka panjang.

🔖 Baca juga:
Platense Cetak Kejutan Besar atas Peñarol, Poin Krusial di Grup E Copa Libertadores 2026

Langkah ini tidak hanya memengaruhi struktur kepemimpinan, tetapi juga membuka peluang bagi legenda klub, Francesco Totti, untuk kembali ke Stadio Olimpico dalam peran baru. Beberapa laporan media Italia menyebutkan bahwa Totti telah mengadakan pertemuan dengan Gasperini, dan keduanya tampak sepakat untuk mengembalikan identitas historis Roma sambil menyesuaikan taktik modern.

Saat ini, Roma menempati posisi keenam Serie A dengan lima pertandingan tersisa, tertinggal lima poin dari Juventus yang mengamankan zona Liga Champions. Keputusan untuk menyingkirkan Ranieri dan Massara dianggap sebagai langkah berani, mengingat pengalaman dan prestasi mereka. Namun, manajemen berargumen bahwa konsistensi kepemimpinan di bawah Gasperini lebih penting demi mencapai tujuan jangka panjang.

🔖 Baca juga:
Barcelona Siapkan Serangan Ganda: Getafe di Depan, Bastoni Target Transfer Utama Musim Panas

Pengamat sepak bola menilai Konflik Internal AS Roma sebagai contoh bagaimana dinamika internal dapat memicu perubahan struktural signifikan. Jika Gasperini berhasil menstabilkan performa tim, keputusan ini dapat dianggap sukses. Sebaliknya, kegagalan akan menambah beban pada papan direksi dan menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan manajerial klub di masa depan.

Kesimpulannya, pemecatan Ranieri dan Massara menandai babak baru dalam sejarah AS Roma, dengan fokus pada visi Gasperini dan potensi kembalinya Totti. Bagaimana strategi ini akan memengaruhi hasil akhir musim dan posisi klub di kancah Serie A akan menjadi sorotan utama dalam beberapa pekan mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *