GemaWarta – 01 Mei 2026 | Pekan ke-35 Serie A mempertemukan dua tim dengan ambisi berbeda di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Sabtu 2 Mei 2026, pukul 23.00 WIB. Pertandingan antara Como dan Napoli ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan konfrontasi yang dapat menentukan nasib gelar juara Napoli serta peluang Como mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Napoli, yang dipimpin oleh pelatih Antonio Conte, kini berada di posisi kedua klasemen dengan jarak 10 poin dari pemuncak Inter Milan. Dengan hanya empat laga tersisa, setiap poin menjadi krusial. Kekalahan melawan Como akan menutup secara matematis peluang mereka untuk mempertahankan titel Serie A yang mereka raih pada musim 2024/2025. Oleh karena itu, fokus utama Napoli pada laga ini adalah mengamankan kemenangan untuk memperkuat posisi empat besar dan memastikan partisipasi di Liga Champions.
Di sisi lain, Como yang dikelola oleh mantan bintang Chelsea, Cesc Fabregas, sedang berada dalam pusaran persaingan untuk masuk empat besar. Klub Lombardy ini menempati posisi kelima, namun tertinggal tiga poin dari Juventus dan enam poin dari Napoli. Sebuah kemenangan melawan tim kontestan gelar akan mengurangi selisih tersebut menjadi tiga poin, sekaligus menambah tekanan pada Juventus yang masih memegang posisi empat.
Reuni antara Fabregas dan Conte menambah bumbu dramatis pada laga tersebut. Kedua tokoh pernah bekerja sama di Chelsea antara tahun 2016 hingga 2018, dimana Conte menuntut intensitas fisik tinggi dan Fabregas berperan sebagai penggerak lini tengah. Fabregas mengakui bahwa metode Conte membuatnya “menderita secara fisik” namun sekaligus membentuk mentalitas yang kini ia terapkan pada Como, meski dengan pendekatan yang lebih fleksibel.
Berikut perkiraan susunan pemain yang kemungkinan akan memulai laga:
- Como (4-2-3-1): Butez; Smolcic, Diego Carlos, Marc-Oliver Kempf, Alex Valle; Maximo Perrone, Lucas da Cunha; Assane Diao, Nico Paz, Martin Baturina; Tasos Douvikas.
- Napoli (4-3-3): Alex Meret; Giovanni Di Lorenzo (kemungkinan kembali setelah cedera), Amir Rrahmani, Kalidou Koulibaly, Giovanni Di Lorenzo; Matteo Politano, Piotr Zielinski, Khvicha Kvaratskhelia; Victor Osimhen, Arkadiusz Milik, Lorenzo Insigne.
Kontinjensi penting bagi Napoli adalah kembalinya kapten Giovanni Di Lorenzo, yang absen sejak Januari akibat cedera. Jika tersedia, kehadirannya dapat menambah stabilitas lini belakang yang sempat goyah pada pertandingan melawan Lazio.
Statistik terakhir menunjukkan Napoli mencatat empat kemenangan beruntun sebelum kekalahan tak terduga melawan Lazio, yang menghentikan rekor unbeaten mereka. Sementara itu, Como baru saja mematahkan masa tanpa kemenangan tiga laga dengan mengalahkan Genoa, mengembalikan kepercayaan diri tim menjelang laga berat ini.
Analisis taktik mengindikasikan bahwa Conte kemungkinan akan menekankan pressing tinggi dan transisi cepat, meniru gaya permainan yang berhasil pada musim sebelumnya. Fabregas diprediksi akan menyesuaikan formasi 4-2-3-1 untuk menyeimbangkan pertahanan dan serangan, memanfaatkan kecepatan sayap Diao dan Baturina serta kemampuan finishing Douvikas di depan gawang.
Jika Como berhasil menahan serangan Napoli dan mencuri poin, dampaknya tidak hanya memperkecil jarak dengan Juventus, tetapi juga menambah tekanan pada Inter yang masih memimpin klasemen. Sebaliknya, kemenangan Napoli akan menegaskan dominasi mereka dalam persaingan gelar sekaligus mengamankan posisi empat besar yang menjamin tiket Liga Champions.
Penutup, laga ini menjadi titik balik bagi kedua tim. Bagi Napoli, kemenangan menjadi satu-satunya jalan untuk tetap hidup dalam perebutan gelar. Bagi Como, kemenangan berarti harapan baru untuk melangkah ke kompetisi Eropa terbesar. Pertarungan ini tidak hanya menampilkan kualitas teknik, namun juga kisah pribadi dua pelatih yang pernah bersatu di Chelsea, kini berada di sisi berlawanan dalam drama Serie A yang memukau.











