OLAHRAGA

Fadly Alberto Ungkap Alasan di Balik Tendangan Kungfu ke Pemain Dewa United U-20

×

Fadly Alberto Ungkap Alasan di Balik Tendangan Kungfu ke Pemain Dewa United U-20

Share this article
Fadly Alberto Ungkap Alasan di Balik Tendangan Kungfu ke Pemain Dewa United U-20
Fadly Alberto Ungkap Alasan di Balik Tendangan Kungfu ke Pemain Dewa United U-20

GemaWarta – 24 April 2026 | Penyerang muda Bhayangkara Presisi Lampung FC, Fadly Alberto Hengga, kembali menjadi sorotan publik setelah mengakui penyebab di balik tendangan kungfu yang dilancarkannya kepada pemain Dewa United Banten FC U-20, Raka Nurkholis, dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 pada 19 April 2026. Insiden tersebut memicu kecaman luas dari warganet, klub, dan federasi sepak bola Indonesia.

Dalam sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya, Fadly menyatakan bahwa tindakan brutal itu muncul dari ketidakmampuannya mengendalikan emosi di tengah tekanan pertandingan yang sangat tinggi. “Saya sangat menyesal atas perbuatan bodoh saya. Dengan sadar saya memohon maaf kepada Raka Nurkholis dan tim Dewa United,” tulisnya, menambahkan bahwa ia merasa terprovokasi oleh keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya.

🔖 Baca juga:
Leeds vs Wolves: 3-0 Triumph Sparks Survival Hope, Wolves Face Relegation and Transfer Turmoil

Menurut laporan yang beredar, pertandingan antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 berlangsung ketat. Pada menit-menit akhir, wasit Fero Arsanto mengesahkan gol kedua Dewa United, yang memicu protes keras dari skuad Bhayangkara. Ketegangan memuncak ketika Fadly, yang saat itu berada di posisi menyerang, melepaskan tendangan yang meleset jauh dari bola dan mengenai kaki Raka. Video aksi tersebut cepat viral di media sosial, menimbulkan perdebatan tentang etika dan disiplin di tingkat akademi.

Setelah insiden, pihak klub Bhayangkara dan Dewa United melakukan mediasi di Dewa United Arena, Tangerang, pada 22 April 2026. Mediasi tersebut menghasilkan kesepakatan damai, termasuk penarikan rencana pelaporan ke jalur hukum oleh Dewa United. Namun, mediasi tidak menghilangkan konsekuensi disiplin yang menanti Fadly.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyatakan federasi mengutuk keras segala bentuk kekerasan di lapangan. Ia menyampaikan arahan dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, untuk menjatuhkan sanksi seberat-beratnya. Hingga kini, komite disiplin PSSI masih menilai besaran sanksi, yang diprediksi meliputi skorsing berbulan-bulan dan denda signifikan.

🔖 Baca juga:
Thomas Cup 2026: Anders Antonsen Mengguncang, Denmark Simpan Senjata Rahasia Lain

Berbagai media melaporkan bahwa Fadly kemungkinan akan dikeluarkan dari skuad Timnas U-20 Indonesia menjelang Piala AFF U-19 2026. Pelatih tim nasional, Nova Arianto, dikabarkan telah menyingkirkan Alberto dari daftar pemain yang akan berangkat ke turnamen tersebut. Meski demikian, Fadly menegaskan tekadnya untuk bangkit kembali.

“Ini menjadi pengalaman berharga. Saya akan melakukan evaluasi total demi masa depan saya sebagai pesepak bola profesional,” ujar Fadly dalam konferensi pers pasca‑mediasi. Ia menambahkan bahwa ia akan fokus pada proses rehabilitasi mental dan fisik, serta berkomitmen mengikuti program pelatihan di Dubai sebagai persiapan Piala Dunia U‑17 2025.

Berikut rangkuman tindakan disipliner yang diperkirakan akan dijatuhkan:

🔖 Baca juga:
Jadwal pekan 34 Liga Inggris: Brighton vs Chelsea, Burnley vs City, dan Pertarungan Sengit di Puncak Klasemen
  • Skorsing minimal tiga pertandingan resmi liga junior.
  • Denda administratif sesuai regulasi PSSI.
  • Pengawasan ketat selama masa skorsing, termasuk sesi konseling psikologis.
  • Pencabutan hak mengikuti kompetisi internasional Timnas U-20 untuk periode tertentu.

Para pengamat sepak bola menilai insiden ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya kontrol emosi pemain muda. Mereka menekankan bahwa federasi dan klub harus meningkatkan pendidikan mental serta menegakkan standar perilaku sejak usia dini.

Fadly Alberto sendiri berharap bahwa kesalahan ini tidak akan menghalangi kariernya. “Saya tetap mengejar cita‑cita sebagai pemain bola profesional. Musibah ini menjadi cobaan, dan saya akan terus bekerja keras,” tutupnya. Dengan dukungan tim dan keluarga, ia bertekad memperbaiki citra diri serta kembali menunjukkan bakatnya di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *