GemaWarta – 06 Mei 2026 | Musim penutup Liga 1 2025/2026 semakin menegangkan. Empat klub—Persijap Jepara, PSM Makassar, Madura United, dan Persis Solo—berada di ambang zona degradasi, menunggu hasil tiga laga terakhir untuk menentukan nasib mereka. Persaingan ini tidak hanya soal poin, melainkan juga soal moral, strategi pelatih, dan tekanan pendukung yang tak terelakkan.
Persijap Jepara menjadi sorotan utama setelah menelan dua kekalahan beruntun, termasuk 0-2 melawan Persija Jakarta dan 0-1 dari Dewa United. Dengan hanya tiga pertandingan tersisa, Laskar Kalinyamat harus mengumpulkan sembilan poin maksimal untuk menghindari zona terendah. Pelatih Mario Lemos menegaskan perbaikan pada penyelesaian akhir dan menargetkan poin penuh melawan Persita Tangerang di Stadion Indomilk Arena. Saat ini Persijap berada pada 31 poin dan menempati urutan ke‑14 klasemen sementara, selisih enam poin dari zona degradasi. Jika mereka gagal meraih setidaknya satu kemenangan, peluang turun ke divisi dua menjadi sangat tinggi.
Sementara itu, PSM Makassar sedang menempati posisi yang lebih nyaman namun tidak sepenuhnya aman. Kemenangan melawan Persijap Jepara 2‑0 meningkatkan poin mereka menjadi 37, menempatkan mereka di zona aman dengan jarak empat poin dari ambang degradasi. Namun, tiga pertandingan akhir masih memberi ruang bagi lawan‑lawannya untuk menutup jarak, terutama jika PSM menghadapi tim‑tim yang tengah berjuang keras seperti Madura United atau Persis Solo.
Madura United berada dalam situasi yang hampir mirip dengan Persijap. Klub asal Jawa Timur ini menempati urutan ke‑15 dengan 30 poin, hanya selisih lima poin dari zona degradasi. Kekalahan melawan PSM Makassar menambah beban mental, namun mereka masih memiliki peluang besar dengan dua laga tersisa melawan tim‑tim menengah kelas. Penekanan taktik menyerang cepat dan memanfaatkan kelemahan pertahanan lawan menjadi kunci utama pelatih mereka.
Persis Solo juga tak luput dari sorotan. Klub yang baru terpromosi pada musim ini menempati urutan ke‑13 dengan 32 poin, namun selisih tiga poin dari zona degradasi membuat mereka berada dalam posisi genting. Laga penutup melawan Persib Bandung, juara bertahan, menjadi ujian berat bagi mereka untuk memastikan tetap berada di kasta tertinggi.
Berikut rangkuman singkat poin dan selisih dari zona degradasi masing‑masing klub:
| Klub | Poin | Posisi | Selisih dari Zona Degradasi |
|---|---|---|---|
| Persijap Jepara | 31 | 14 | +6 |
| PSM Makassar | 37 | 9 | +4 |
| Madura United | 30 | 15 | +5 |
| Persis Solo | 32 | 13 | +3 |
Analisis taktik menunjukkan bahwa ketiga klub di atas mengandalkan perubahan strategi pada fase akhir pertandingan. Persijap menekankan peningkatan penyelesaian akhir, PSM fokus pada kontrol lini tengah, Madura United mengandalkan serangan balik cepat, dan Persis Solo memperkuat pertahanan zona.
Faktor eksternal seperti dukungan suporter, kondisi lapangan, dan jadwal pertandingan juga memberi pengaruh signifikan. Persijap harus menaklukkan Persita Tangerang di kandang lawan, sedangkan PSM harus menjaga konsistensi melawan lawan‑lawannya yang berpotensi mengejutkan. Madura United akan berhadapan dengan tim‑tim menengah yang berambisi menambah poin, sementara Persis Solo harus mengatasi tekanan Persib Bandung yang berpengalaman.
Jika tiga laga terakhir berakhir dengan hasil positif bagi keempat tim, zona degradasi akan tetap berada pada tiga klub terburuk. Namun, skenario terburuk—misalnya Persijap hanya mengumpulkan satu poin, PSM terhenti di tiga poin, Madura United gagal mencetak kemenangan, dan Persis Solo hanya mengamankan seri—akan menambah jumlah tim yang terperosok ke divisi dua menjadi empat.
Kesimpulannya, hitung‑hitungan degradasi Liga 1 2025 kini berada di ujung tombak. Persijap Jepara harus memanfaatkan sisa tiga pertandingan untuk mengubah tren negatif, PSM Makassar harus menjaga jarak aman dari zona terendah, Madura United perlu memaksimalkan serangan balik, dan Persis Solo harus menahan tekanan juara bertahan. Semua mata kini tertuju pada laga penutup, dan setiap poin akan menjadi penentu akhir musim.











