GemaWarta – 18 April 2026 | Kapten Persebaya Surabaya, Francisco Rivera, menyampaikan kekecewaan mendalam usai timnya kembali menelan kekalahan 2-1 dari Madura United pada pekan ke‑28 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang digelar di kandang sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, berlangsung pada Jumat malam dan berakhir dengan gol penentu dari tim tamu pada menit‑menit akhir.
Setelah peluit akhir berbunyi, Rivera langsung menuju ruang ganti bersama para pemain dan staf. Dalam konferensi pers singkat yang diadakan di koridor stadion, ia menegaskan bahwa suasana ruang ganti dipenuhi rasa kecewa yang sangat berat. “Percayalah, saat di ruang ganti, semua sangat kecewa, pemain dan staf, kami sedih karena kami kalah hari ini,” ujarnya dengan nada yang menahan emosi.
Meski demikian, Rivera menilai bahwa performa tim secara keseluruhan tidak sepenuhnya buruk. Ia menyoroti bahwa Persebaya mampu mengontrol alur pertandingan dan melaksanakan rencana taktis yang telah disiapkan oleh pelatih. “Kami menguasai bola di beberapa fase, tetapi gagal mengubah peluang menjadi gol,” tambahnya.
Menurut Rivera, peluang yang diciptakan cukup banyak, namun eksekusi akhir tidak memuaskan. “Kami menciptakan banyak peluang, tapi kami tidak bisa mencetak gol,” tegasnya. Statistik pertandingan mencatat bahwa Persebaya memiliki delapan peluang tembakan ke gawang, namun hanya satu yang berhasil menembus mistar.
Pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, juga menyampaikan permintaan maaf kepada suporter Bonek dan Bonita. Ia mengaku kecewa karena hasil yang tidak sesuai harapan, terutama mengingat pertandingan berlangsung di kandang sendiri dengan dukungan penuh dari tribun. “Saya juga kecewa dan saya minta maaf karena kami tidak suka kalah,” kata Tavares.
Tavares menambahkan bahwa kondisi skuad tidak sepenuhnya ideal. Beberapa pemain kunci masih dalam proses pemulihan akibat cedera, sehingga pilihan strategi terbatas. “Pemain yang tidak ada berarti cedera atau sakit, dan kami mengandalkan semua pemain yang tersedia,” ujarnya.
Ruang ganti pada saat itu menjadi saksi bisikan-bisikan kritis dari para pemain yang merasa frustrasi. Beberapa rekan setim Rivera mengakui bahwa ketidakefektifan dalam penyelesaian akhir menjadi penyebab utama kekalahan. Mereka berjanji untuk memperbaiki proses finishing dalam latihan berikutnya.
Selain menilai pertandingan secara teknis, Rivera juga menyoroti atmosfer emosional di ruang ganti. Ia menyebut bahwa suasana tegang namun penuh semangat untuk bangkit kembali. “Kami tidak ingin menyerah, kami akan belajar dari kekalahan ini dan kembali lebih kuat,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi pertandingan berikutnya, Tavares mengumumkan jadwal dua laga tandang yang cukup menantang, yaitu melawan Malut United dan Arema FC. Kedua pertandingan tersebut dijadwalkan dalam dua pekan ke depan, menuntut Persebaya untuk segera pulih dari cedera pemain dan meningkatkan konsistensi serangan.
- Malut United – pertandingan tandang pertama, diperkirakan akan menguji ketangguhan lini belakang.
- Arema FC – laga klasik yang selalu menambah tekanan pada tim tamu.
Kedua lawan tersebut diyakini akan menjadi ujian penting bagi Persebaya dalam upaya menstabilkan posisi klasemen. Rivera menegaskan bahwa tim akan fokus pada proses pemulihan pemain dan memaksimalkan waktu persiapan. “Kami perlu melihat siapa pemain yang tersedia dan mencoba membuat rencana terbaik,” tuturnya.
Meski hasil pertandingan tidak memuaskan, para pemain tetap menampilkan sportivitas tinggi. Setelah pertandingan, Rivera dan Tavares mengapresiasi dukungan suporter yang tetap setia meski tim harus menelan kekalahan di kandang sendiri.
Kekalahan ini menambah tekanan pada klasemen BRI Super League, dengan Persebaya kini berada di posisi menengah. Namun, semangat juang yang ditunjukkan oleh kapten Francisco Rivera dan pelatih Bernardo Tavares memberi harapan bahwa tim dapat bangkit kembali dalam beberapa pekan mendatang.
Dengan fokus pada perbaikan taktik, pemulihan cedera, dan mentalitas positif, Persebaya bertekad untuk kembali mengembalikan kebanggaan bagi suporter dan menutup musim dengan hasil yang lebih baik.











