GemaWarta – 20 April 2026 | Monaco FC kembali menegaskan eksistensinya di papan atas Ligue 1 setelah serangkaian penampilan impresif yang dipimpin oleh penyerang muda asal Inggris, Kylian Balogun. Gol demi gol yang dicetak Balogun selama pekan terakhir tidak hanya mengangkat moral skuad, tetapi juga menambah peluang klub untuk mengamankan posisi kualifikasi Champions League musim depan.
Sejak akhir Januari, Balogun mencatat tiga gol berurutan dalam tiga pertandingan berbeda, mencetak gol penentu melawan Rennes, Lille, dan Nice. Keberhasilan tersebut memperkuat reputasinya sebagai pencetak gol klinis dan menambah tekanan pada rival-rival tradisional seperti Paris Saint-Germain dan Olympique Lyonnais. Pada pertandingan melawan Rennes, Balogun membuka skor melalui sundulan tajam dari set‑piece, sebelum menambah dua gol tambahan dalam serangan balik cepat, menghasilkan kemenangan 3‑1 bagi Monaco.
Statistik tim dalam lima laga terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. Monaco mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan dengan rata‑rata menguasai bola sebesar 58 % serta mencetak rata‑rata 2,2 gol per pertandingan. Performa ini menempatkan mereka pada posisi ke‑3 klasemen dengan 58 poin, selisih tiga poin dari pemuncak klasemen.
- Monaco vs Rennes (3‑1) – Balogun (3 gol)
- Monaco vs Lille (2‑0) – Balogun (1 gol)
- Monaco vs Nice (2‑2) – Balogun (1 gol)
- Monaco vs Marseille (1‑0) – Gol tunggal dari Cesc Fàbregas
- Monaco vs PSG (0‑1) – Kekalahan tipis di laga tandang
Pelatih Marcelino, yang mengambil alih kursi kepelatihan pada awal musim, tampak puas dengan taktik ofensif yang diterapkan. Ia menekankan pentingnya rotasi pemain di lini tengah untuk menjaga intensitas, sekaligus memberikan kebebasan lebih pada sayap kanan dan kiri guna menciptakan peluang bagi Balogun. “Kami ingin bermain sepak bola yang menyenangkan, memanfaatkan kecepatan dan kreativitas pemain muda,” ujar Marcelino dalam konferensi pers pasca laga melawan Lille.
Di luar lapangan, klub juga merayakan pencapaian unik yang terinspirasi oleh tradisi Bayern Munich. Mengingat kisah cockatoo porselen yang menjadi simbol tak terduga di Bayern, Monaco FC memperkenalkan maskot miniatur berwujud singa laut, simbol kota Monte‑Carlo, yang dipajang di ruang ganti sebagai penghargaan kepada pemain yang mencetak gol penting. Tradisi ini diharapkan dapat mempererat ikatan tim dan menambah semangat juang menjelang fase akhir musim.
Namun, tantangan tetap ada. Klub harus tetap konsisten menghadapi tekanan dari tim-tim papan atas yang masih memiliki jadwal lebih mudah ke depan. Selain itu, kompetisi UEFA Europa League yang sedang berlangsung menambah beban jadwal, memaksa manajemen mengatur kebugaran pemain dengan hati‑hati. Balogun sendiri mengakui bahwa ia harus menjaga kebugaran tubuh agar tetap produktif hingga akhir musim.
Berita transfer juga mencuri perhatian. Klub tengah mengamati beberapa pemain muda berbakat dari akademi Spanyol, sementara nama-nama besar seperti Florian Wirtz dan Jude Bellingham disebut sebagai target potensial untuk memperkuat lini tengah pada bursa panas mendatang. Jika berhasil, Monaco FC dapat menambah kedalaman skuad untuk bersaing di level domestik maupun internasional.
Secara keseluruhan, performa terkini Monaco FC menandakan kebangkitan kembali klub yang pernah menjuarai Ligue 1 pada awal dekade 2000‑an. Dengan Balogun sebagai ujung tombak serangan, dukungan taktik Marcelino, serta semangat kolektif yang terinspirasi dari cerita unik klub Eropa lain, harapan besar menanti tim hijau‑merah ini untuk mengukir prestasi lebih tinggi, termasuk tiket langsung ke fase grup Champions League.











