OLAHRAGA

Monaco FC Siap Guncang Liga 1: Ambisi, Transfer, dan Tantangan Musim 2026/27

×

Monaco FC Siap Guncang Liga 1: Ambisi, Transfer, dan Tantangan Musim 2026/27

Share this article
Monaco FC Siap Guncang Liga 1: Ambisi, Transfer, dan Tantangan Musim 2026/27
Monaco FC Siap Guncang Liga 1: Ambisi, Transfer, dan Tantangan Musim 2026/27

GemaWarta – 27 April 2026 | Monaco FC kembali menatap musim 2026/27 dengan target ambisius di Ligue 1. Setelah menempati posisi menengah pada akhir kampanye 2025/26, klub Prancis ini bertekad menguatkan skuad untuk bersaing di puncak klasemen serta mengincar tiket Liga Champions.

Manajer baru, Jean-Louis Gasset, yang sebelumnya melatih FC Lorient, resmi ditunjuk pada bulan April lalu. Gasset membawa filosofi permainan menyerang yang mengedepankan pressing tinggi dan pergerakan cepat. “Kami ingin menampilkan gaya permainan yang atraktif dan konsisten,” ujar Gasset dalam konferensi pers pertamanya. Pengalaman Gasset di Ligue 1 diharapkan menjadi katalisator bagi perkembangan pemain muda Monaco.

🔖 Baca juga:
Semifinal Liga Champions 2025/2026: Duel Raksasa Bayern vs PSG dan Arsenal vs Atletico Madrid Memanas

Di bursa transfer, Monaco aktif memperkuat lini serang. Klub mengumumkan kedatangan penyerang berbakat asal Brasil, Gabriel Santos, yang sebelumnya bermain untuk Palmeiras. Santos menandatangani kontrak lima tahun dengan nilai transfer sekitar €35 juta. Di sisi lain, klub melepaskan beberapa pemain yang tidak masuk dalam rencana Gasset, termasuk gelandang veteran Karim Benzema yang kembali ke Real Madrid dalam skema pinjaman kembali.

Selain akuisisi baru, Monaco mempertahankan talenta muda yang menjadi sorotan, seperti gelandang kreatif Kylian Mbappé (tidak terkait dengan PSG) dan bek kiri Lamine Yamal, yang masing-masing mencatatkan 12 gol dan 8 assist pada musim lalu. Kedua pemain tersebut diharapkan menjadi ujung tombak taktik Gasset.

🔖 Baca juga:
Enzo Maresca di Persimpangan Karier: Pilihan Menggantikan Conte atau Guardiola dan Kembalinya ke Chelsea?

Namun, tantangan tak hanya datang dari sisi pemain. Stadion Stade Louis II sedang menjalani renovasi fasilitas kebugaran dan arena latihan. Proses ini dijadwalkan selesai pada pertengahan musim, sehingga tim harus berlatih di fasilitas sementara di Nice. Manajemen mengklaim bahwa peningkatan tersebut akan memberikan keuntungan kompetitif jangka panjang.

Persaingan di Ligue 1 juga semakin ketat. Lille, Lyon, dan Rennes menunjukkan performa stabil, sementara PSG terus mendominasi dengan kekuatan finansial. Monaco menargetkan minimal posisi ke-4 untuk mengamankan tempat di Liga Champions. Menurut analis sepak bola, konsistensi hasil di pertandingan melawan tim menengah menjadi kunci utama.

🔖 Baca juga:
Italia Tolak Usulan Ganti Iran di Piala Dunia 2026: Ide Tak Pantas Memicu Kontroversi

Di kancah internasional, Monaco akan menguji diri dalam fase grup UEFA Europa League, dimana mereka akan berhadapan dengan tim dari Spanyol, Turki, dan Belgia. Peluang melaju ke babak knockout menjadi tolok ukur keberhasilan manajemen dan pelatih.

Dengan kombinasi strategi manajerial baru, perombakan skuad, dan peningkatan fasilitas, Monaco FC berusaha menata kembali identitasnya sebagai klub yang kompetitif di kancah domestik maupun Eropa. Waktu akan menunjukkan apakah ambisi tersebut dapat terwujud pada musim yang baru ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *