GemaWarta – 21 Juli 2026 | Piala Dunia 2026 baru saja usai, tetapi kontroversi dan perdebatan masih terus menghantui dunia sepak bola. Salah satu figur yang paling banyak dibicarakan adalah Presiden FIFA Gianni Infantino, yang dikenal karena gaya kepemimpinannya yang kontroversial dan keputusan-keputusan yang memicu perdebatan.
Infantino telah menjadi sorotan karena keputusannya untuk meminta ulasan atas kartu merah yang diberikan kepada pemain depan AS Folarin Balogun selama Piala Dunia. Keputusan ini memicu perdebatan tentang campur tangan politik dalam sepak bola dan peran Infantino sebagai pemimpin FIFA.
Selain itu, Infantino juga dikenal karena gaya hidup mewahnya, termasuk penggunaan pesawat pribadi untuk perjalanan resmi. Menurut laporan, Infantino telah terbang lebih dari 100 jam dan menempuh jarak lebih dari 60.000 mil selama Piala Dunia 2026, yang menimbulkan pertanyaan tentang biaya dan dampak lingkungan dari gaya hidupnya.
Kontroversi lain yang melibatkan Infantino adalah keputusannya untuk memperkenalkan pertunjukan halftime di Piala Dunia 2026, yang menampilkan artis-artis terkenal seperti Justin Bieber dan Madonna. Keputusan ini memicu perdebatan tentang apakah pertunjukan tersebut sesuai dengan tradisi sepak bola dan apakah itu hanya sebuah upaya untuk menarik penonton yang lebih luas.
Presiden AS Donald Trump juga terlibat dalam kontroversi Piala Dunia 2026, setelah dia meminta Infantino untuk mengulas kartu merah yang diberikan kepada Balogun. Trump juga hadir dalam upacara penutupan Piala Dunia dan memberikan penghargaan kepada pemain-pemain tim nasional Spanyol, yang memenangkan turnamen tersebut.
Di sisi lain, pemain sepak bola terkenal Lionel Messi dituding telah menolak Trump saat upacara penutupan Piala Dunia. Messi tidak membuat kontak mata dengan Trump dan tampaknya ingin segera meninggalkan upacara tersebut, yang memicu perdebatan tentang apakah dia telah menolak presiden AS.
Terlepas dari kontroversi-kontroversi tersebut, Piala Dunia 2026 telah usai dan Spanyol telah dikoronasi sebagai juara. Namun, perdebatan tentang kepemimpinan Infantino dan campur tangan politik dalam sepak bola masih terus berlanjut, dan akan menarik untuk melihat bagaimana situasi ini akan berkembang di masa depan.











