GemaWarta – 25 April 2026 | Toronto Raptors kembali menampilkan dominasi di Game 3 putaran pertama playoff NBA melawan Cleveland Cavaliers pada 23 April 2026. Bintang muda tim, Scottie Barnes, mencetak rekor franchise dengan mengumpulkan 33 poin, 11 assist, dan 5 rebound, sekaligus mencatat double‑double pertamanya di fase playoff. Penampilan gemilangnya menjadi titik balik penting setelah tim tertinggal 2-1 dalam seri terbaik‑tujuh.
Sejak sesi pemanasan pagi di OVO Athletic Centre, pemain Raptors mengungkapkan tekad kuat untuk mengubah arus pertandingan. “Kami siap melakukan apa saja untuk menang,” ujar Barnes sebelum pertandingan, menegaskan pentingnya kerja sama tim. Dalam pertandingan, ia tidak hanya menjadi pencetak angka terbanyak, namun juga pengatur permainan dengan visi yang tajam, membantu rekan setim menembus pertahanan lawan.
Kinerja Barnes tercermin dalam statistik lengkap berikut:
| Statistik | Jumlah |
|---|---|
| Poin | 33 |
| Assist | 11 |
| Rebound | 5 |
| Steal | 0 |
| Block | 0 |
Selain Barnes, RJ Barrett juga menorehkan performa pribadi yang mengesankan dengan 33 poin, 5 rebound, dan 5 assist, serta persentase tembakan tiga angka 75 persen (6/8). Rookie Collin Murray‑Boyles menambah tenaga dengan 22 poin, menjadi pencetak poin terbanyak yang pernah diraih oleh seorang rookie Raptors dalam pertandingan playoff.
Kemenangan 126‑104 tersebut memberi Raptors keunggulan selisih 22 poin, sekaligus memaksa Cavaliers kembali ke papan skor. Meskipun James Harden memimpin tim lawan dengan 18 poin, Cleveland masih memegang keunggulan seri 2‑1. Namun, Raptors menampilkan pertahanan yang agresif, memaksa lawan melakukan 22 turnover yang menghasilkan 23 poin.
Pelatih kepala Raptors menekankan pentingnya penyesuaian taktik menjelang Game 4. “Kami harus terus meninjau rekaman, memperbaiki kekurangan, dan meningkatkan eksekusi,” katanya. Ia juga memuji ketahanan mental tim, terutama kemampuan Barnes untuk mengendalikan tempo permainan di kuarter ketiga, termasuk tembakan jump shot 16 kaki pada detik akhir kuarter untuk mengantarkan tim memimpin 83‑81.
Immanuel Quickley absen karena cedera hamstring, memberi kesempatan bagi Ja’Kobe Walter untuk masuk sebagai starter, meskipun kontribusinya terbatas. Sementara itu, Brandon Ingram hanya mencetak 12 poin, menandakan bahwa beban utama kini berada di pundak Barnes dan Barrett.
Keberhasilan ini bukan sekadar kemenangan satu pertandingan, melainkan sinyal bahwa Raptors dapat menantang kembali dominasi Cavaliers. Dengan performa serupa pada game selanjutnya, peluang seri kembali menjadi 2‑2 semakin nyata.
Game 4 dijadwalkan kembali di Scotiabank Arena pada Minggu sore, memberi Raptors kesempatan memanfaatkan momentum rumah. Jika Barnes dan rekan-rekannya dapat meniru intensitas Game 3, seri dapat berlanjut setidaknya hingga lima pertandingan, membuka peluang bagi Toronto untuk melaju ke babak berikutnya.











