GemaWarta – 07 Mei 2026 | Stadion Lukas Enembe pada Jumat, 8 Mei 2026, menyambut ribuan suporter yang menantikan laga penentu promosi Persipura Jayapura ke Liga 1. Atmosfer stadion bergemuruh ketika tim Mutiara Hitam melangkah ke lapangan melawan Adhyaksa FC dalam putaran play‑off Championship 2025/2026.
Manajer Persipura, Owen Rahadiyan, menegaskan bahwa pertandingan ini menjadi titik balik setelah lima musim bertahan di kasta kedua. “Kami sangat bersyukur, target promosi kini berada di depan mata, tinggal satu langkah lagi,” ujarnya dalam konferensi pers sebelum laga.
Keberadaan penonton terbanyak dalam sejarah stadion tersebut menjadi bukti antusiasme masyarakat Papua serta pecinta sepak bola nasional. Menurut data resmi, lebih dari 30.000 pendukung hadir, melampaui kapasitas standar Stadion Lukas Enembe yang biasanya menampung 25.000 penonton. Suasana riuh disertai sorakan, teriakan, dan bendera merah putih mengalir di antara tribune.
Persipura menampilkan formasi 4‑3‑3 dengan serangan yang dipimpin oleh kapten tim, sementara Adhyaksa FC berusaha menahan tekanan sejak menit pertama. Pertandingan berlangsung ketat, namun pada menit ke‑67, Persipura berhasil mencetak gol pembuka melalui tendangan bebas yang dieksekusi dengan presisi. Gol tersebut memicu gelombang sorak yang menggema hingga ke sudut stadion.
Setelah gol pertama, tekanan semakin intens. Owen Rahadiyan menambah motivasi pemain dengan menekankan pentingnya konsistensi dan mentalitas juara. “Musim ini bukan perjalanan yang mudah, banyak ups and downs, namun kami selalu bangkit,” kata dia. Pada menit ke‑82, striker Persipura menambah angka dengan satu gol lagi, memastikan kemenangan 2‑0 bagi tim tuan rumah.
- Kemenangan ini mengamankan tiket promosi Persipura ke Liga 1.
- Penonton terbanyak tercatat dalam sejarah Stadion Lukas Enembe.
- Manajer Owen Rahadiyan memuji dukungan suporter Papua.
Setelah peluit akhir, pemain Persipura mengangkat trofi kecil sebagai simbol kemenangan dan harapan. Owen Rahadiyan mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Papua, menyoroti peran penting suporter dalam mengisi stadion dan memberikan energi positif bagi tim.
Keberhasilan ini tidak lepas dari prestasi historis Persipura yang pernah menembus semifinal Piala AFC, menjadi satu‑satunya klub Asia yang mencetak prestasi tersebut. Empat trofi Liga Indonesia yang pernah diraih menegaskan kedalaman tradisi dan kualitas klub ini.
Dengan promosi yang kini resmi tercapai, Persipura menatap musim depan dengan target mempertahankan posisi di Liga 1. Manajer Owen Rahadiyan menegaskan bahwa persiapan fisik dan taktis telah dimulai sejak dini, dengan fokus pada pengembangan pemain muda dan peningkatan kualitas permainan.
Suasana di Stadion Lukas Enembe pada malam itu menjadi catatan bersejarah, tidak hanya bagi Persipura, tetapi juga bagi seluruh ekosistem sepak bola Indonesia. Penonton terbanyak yang hadir menunjukkan betapa sepak bola tetap menjadi bahasa persatuan di seluruh nusantara.











