Otomotif

Mengungkap Penyebab EV Mogok yang Sering Diabaikan: Bukan Baterai, Bukan Rel Kereta!

×

Mengungkap Penyebab EV Mogok yang Sering Diabaikan: Bukan Baterai, Bukan Rel Kereta!

Share this article
Mengungkap Penyebab EV Mogok yang Sering Diabaikan: Bukan Baterai, Bukan Rel Kereta!
Mengungkap Penyebab EV Mogok yang Sering Diabaikan: Bukan Baterai, Bukan Rel Kereta!

GemaWarta – 07 Mei 2026 | Musim hujan tiba, dan pemilik kendaraan listrik (EV) mulai menyadari bahwa kendaraan mereka dapat berhenti beroperasi tanpa ada masalah pada baterai atau jalur rel kereta. Fenomena ini kerap disebut sebagai “EV mogok” dan menimbulkan pertanyaan mengenai apa sebenarnya yang menjadi penyebab utama. Berbeda dengan mitos umum yang menuduh kegagalan baterai atau infrastruktur rel, penyelidikan terbaru menyoroti komponen lain yang lebih subtil namun krusial.

Menurut Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit, perawatan rem pada mobil listrik menjadi faktor determinan ketika kondisi jalan basah. Sistem pengereman regeneratif yang menjadi keunggulan EV dapat berinteraksi dengan sensor elektronik secara kompleks, terutama pada permukaan licin. Jika sensor tidak mampu menyesuaikan tingkat regenerasi atau jika cairan rem terkontaminasi air, maka respon pedal menjadi tidak konsisten, yang pada gilirannya dapat memicu mode perlindungan kendaraan dan menghentikan aliran tenaga.

🔖 Baca juga:
Tarif Resmi Perpanjang SIM C Mei 2026: Biaya Pokok 75 Ribu, Tambahan Hingga Rp 220 Ribu!
  • Sensor rem yang terendam air: Air yang masuk ke dalam sensor dapat mengganggu sinyal, menyebabkan ECU (Electronic Control Unit) memutus aliran motor demi keamanan.
  • Kampas dan cakram yang terkontaminasi: Kotoran atau lapisan air pada cakram mengurangi gesekan, memaksa sistem regeneratif bekerja lebih keras dan meningkatkan beban pada motor listrik.
  • Pengaturan regenerative braking yang tidak tepat: Pada jalan licin, tingkat regenerasi yang terlalu tinggi dapat mengurangi traksi, memaksa driver menurunkan kecepatan secara mendadak sehingga sistem mendeteksi potensi slip dan memutus tenaga.

Selain masalah rem, sistem elektronik lainnya juga dapat menjadi sumber “EV mogok”. Port pengisian daya yang terpapar genangan air berisiko masuknya korosi, sementara modul kontrol motor yang sensitif terhadap kelembapan dapat mengeluarkan kode error. Budi menekankan pentingnya menghindari genangan air tinggi dan melakukan pengecekan rutin pada port serta konektor listrik.

Langkah-langkah pencegahan yang disarankan meliputi:

🔖 Baca juga:
Solusi BBM naik: Mengapa Harga Denza D9 2025 Bekas Turun dan Apa Peran Cetane Booster?
  1. Membersihkan cakram dan kampas secara berkala, terutama setelah melewati genangan air.
  2. Mengurangi level regenerative braking pada kondisi basah, misalnya dengan menurunkannya ke level menengah.
  3. Memeriksa respons pedal rem sebelum berangkat; pedal harus terasa stabil dan tidak licin.
  4. Melakukan servis berkala sesuai buku manual, fokus pada sensor rem, sistem hidrolik, dan modul kontrol elektronik.
  5. Mengganti minyak rem setiap tiga tahun atau 60.000 km untuk menjaga sistem hidrolik tetap optimal.

Pengalaman pengguna Toyota bZ4X dan Wuling yang menggunakan sistem hybrid electric vehicle (HEV) menunjukkan bahwa meskipun EV membutuhkan perawatan yang lebih sedikit dibandingkan mobil konvensional, komponen elektronik dan rem tetap memerlukan perhatian khusus. Budi menambahkan, suara aneh dari rem seperti berdecit atau berderak dapat menandakan masuknya air atau kotoran, yang sebaiknya segera diperiksa di bengkel resmi.

Secara keseluruhan, penyebab paling sering membuat EV mogok bukanlah kegagalan baterai atau masalah rel kereta, melainkan kombinasi faktor mekanik dan elektronik pada sistem pengereman, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem. Dengan pemahaman yang tepat dan perawatan rutin, pemilik EV dapat meminimalisir risiko berhentinya kendaraan secara tiba-tiba dan menikmati keamanan berkendara di musim hujan.

🔖 Baca juga:
Penjualan Mobil China Melesat 79% di Q1 2026, Dominasi Jepang Mulai Terguncang

Kesimpulannya, memperhatikan kondisi rem regeneratif, sensor elektronik, serta menghindari paparan air berlebih menjadi kunci utama untuk mencegah “EV mogok”. Praktik perawatan yang disiplin dan penyesuaian strategi pengereman saat cuaca buruk akan meningkatkan keandalan mobil listrik di jalan raya Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *