OLAHRAGA

Tamparan Legenda Persebaya: Tendangan Kungfu Fadly Alberto Pecah Kontroversi di EPA U‑20

×

Tamparan Legenda Persebaya: Tendangan Kungfu Fadly Alberto Pecah Kontroversi di EPA U‑20

Share this article
Tamparan Legenda Persebaya: Tendangan Kungfu Fadly Alberto Pecah Kontroversi di EPA U‑20
Tamparan Legenda Persebaya: Tendangan Kungfu Fadly Alberto Pecah Kontroversi di EPA U‑20

GemaWarta – 22 April 2026 | Insiden yang terjadi pada pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U‑20 antara Bhayangkara FC U‑20 melawan Dewa United Banten U‑20 di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu 19 April 2026, kembali menegaskan betapa pentingnya kontrol emosi bagi pemain muda. Fadly Alberto Hengga, penyerang andalan Timnas Indonesia U‑17, melancarkan tendangan keras menyerupai gerakan kungfu ke tubuh pemain lawan, Rakha Nurkholis, yang membuat korban terjatuh dan memicu keributan di lapangan.

Reaksi keras langsung mengalir dari kalangan sepakbola nasional. Legenda Persebaya Surabaya, Jacksen F. Tiago, lewat akun media sosialnya menegaskan, “Jangan kotori sepak bola! Tindakan seperti ini mencederai citra olahraga dan harus ditindak tegas.” Ia menambahkan pentingnya pendidikan mental bagi pemain muda, mengingat besarnya harapan yang dilekatkan pada talenta seperti Fadly.

🔖 Baca juga:
Flavio Silva Bersinar di Kaizer Chiefs, Persebaya Surabaya Terpuruk: Drama Lini Depan Green Force Mengguncang Liga

Tak kalah tajam, mantan CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, mengunggah video di Instagram dengan nada mengingatkan. “Ini pemain Timnas, jangan seperti itu. Contoh Cristiano Ronaldo, tenang dan sabar. Kekerasan tidak boleh dinormalisasi,” ujarnya. Yoyok menekankan bahwa masa depan pemain masih panjang dan mereka harus menjadi contoh sportivitas, bukan kekerasan.

PSSI juga bergerak cepat. Sekretaris Jenderal Yunus Nusi memastikan laporan insiden telah diterima dan proses disiplin akan dipercepat melalui Komisi Disiplin (Komdis). “Tindakan Fadly tidak dapat ditoleransi. Kami akan memberikan sanksi yang proporsional dan edukatif,” kata Yunus dalam pernyataan resmi. PSSI menegaskan komitmen untuk melindungi integritas kompetisi usia muda.

Fadly Alberto sendiri tidak luput dari sorotan publik. Melalui Instagram pribadi, ia menyampaikan permintaan maaf resmi kepada Rakha Nurkholis, tim Dewa United, tim Bhayangkara FC, dan seluruh masyarakat Indonesia. “Saya menyesal atas perbuatan bodoh ini. Saya siap menerima sanksi yang setimpal dan berjanji tidak mengulangi,” tulisnya dengan nada menyesal. Permintaan maaf ini menambah tekanan bagi federasi untuk menimbang sanksi yang adil.

🔖 Baca juga:
Drama San Lorenzo di Liga Primera: Kemenangan atas Vélez, Krisis Manajerial, dan Harapan ke Depan

Berbagai pengamat sepakbola menilai insiden ini sebagai pelajaran penting. Aris Budi Sulistyo, analis sepakbola nasional, menilai bahwa sanksi harus bersifat mendidik, bukan menghancurkan karier. “Skorsing lima tahun atau denda cukup untuk memberi efek jera, tanpa menghilangkan potensi pemain yang masih muda,” ujarnya. Sementara mantan pemain Arseto Solo menekankan pentingnya edukasi karakter sejak dini, agar kasus serupa tidak terulang.

Di sisi lain, tekanan terhadap Fadly meningkat setelah ia dikeluarkan dari skuad Timnas U‑20 yang akan berangkat ke Piala AFF U‑19 2026. Keputusan ini menambah beban mental bagi sang pemain dan menimbulkan perdebatan tentang kebijakan seleksi yang memperhitungkan perilaku di luar lapangan.

Insiden ini juga memicu diskusi lebih luas tentang peran psikolog dan konselor dalam tim-tim muda. Jacksen Tiago menyoroti pentingnya investasi pada aspek psikologis dan karakter, bukan sekadar kemampuan teknis. Ia mengajak klub dan federasi untuk menambah tenaga ahli yang dapat membantu pemain mengelola tekanan kompetisi.

🔖 Baca juga:
Aaron Ramsey Bawa Arsenal Worldwide, Bagi Ilmu dan Semangat Sepak Bola ke Anak-anak Jakarta

Kasus tendangan kungfu Fadly Alberto menjadi titik tolak bagi seluruh ekosistem sepakbola Indonesia untuk menegakkan nilai sportivitas. Dengan langkah tegas dari PSSI, dukungan dari legenda, serta kesadaran pemain sendiri, diharapkan kejadian serupa tidak akan mengulang, dan nama Indonesia tetap dihormati di kancah internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *