GemaWarta – 07 Mei 2026 | Arsenal berhasil mengamankan tiket ke final Liga Champions 2025/2026 setelah mengalahkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1 di Emirates Stadium pada Rabu dinihari. Gol tunggal Bukayo Saka pada menit ke-44 menjadi penentu kemenangan, memicu sorakan riuh dari pemain, staf, dan ribuan suporter yang menunggu di luar stadion. Euforia yang meluap menjadi sorotan media internasional, namun tak lama kemudian menimbulkan polemik.
Legenda Manchester United, Wayne Rooney, mengkritik selebrasi yang dianggapnya berlebihan. Dalam wawancara di Prime Video Sport, Rooney menyebut bahwa Arsenal memang pantas berada di posisi tersebut, namun menegaskan bahwa “perayaan itu agak berlebihan karena mereka belum memenangkan trofi utama.” Ia menambahkan, “Rayakan saat Anda menang, tapi tetap fokus pada pertandingan berikutnya.” Pendapatnya menimbulkan perdebatan hangat di kalangan pengamat dan pendukung sepakbola.
Menanggapi kritik Rooney, mantan manajer Arsenal, Arsène Wenger, memberikan pembelaan tegas. Dalam sesi wawancara dengan beIN Sports, Wenger menegaskan bahwa selebrasi tim wajar dan wajar terjadi setelah pencapaian historis. “Selebrasi itu pantas dan kebahagiaan itu normal, sangat normal. Tapi langkah berikutnya adalah pergi ke final dan memenangkannya,” ujarnya. Wenger juga memuji disiplin taktik yang diterapkan oleh Mikel Arteta, menyoroti kemampuan tim menahan agresivitas Atletico selama dua leg semifinal.
Mikel Arteta sendiri tidak segan menyuarakan kegembiraannya. Dalam konferensi pers pasca pertandingan, ia menyebut malam itu sebagai “malam luar biasa” bagi seluruh elemen klub. Arteta menekankan bahwa kebahagiaan para pemain dan suporter mencerminkan kerja keras bertahun-tahun, namun ia mengingatkan pentingnya tetap fokus pada target utama: memenangkan final dan mempertahankan keunggulan di Premier League, di mana Arsenal kini memimpin lima poin atas Manchester City.
Analisis taktik menunjukkan bahwa Arsenal menampilkan pertahanan yang lebih solid dibandingkan lawan mereka, terutama pada leg kedua ketika mereka menahan tekanan tinggi Atletico. Lini belakang yang dipimpin oleh Gabriel dan William Saliba berhasil menutup ruang-ruang kritis, sementara gelandang Thomas Partey mengatur transisi cepat ke lini serang. Penampilan Leandro Trossard yang memberikan assist kepada Saka menjadi contoh sinergi tim yang dipuji oleh Wenger.
Di sisi lain, Rooney mengingatkan bahwa pengalaman pribadinya pernah mengalami kegembiraan serupa saat Manchester United melaju ke final pada 2008, namun kemudian harus menghadapi kekalahan di final. Ia menekankan bahwa Arsenal harus memanfaatkan momentum ini dengan persiapan matang, bukan hanya menikmati sorakan sesaat. “Mereka belum menjuarai apa pun, jadi tetap rendah hati dan kerja keras,” ujarnya.
Persiapan menuju final Liga Champions yang akan digelar pada 30 Mei di Puskas Arena, Budapest, tengah berlangsung intens. Arsenal harus mengatasi dua agenda penting sekaligus: melanjutkan persaingan ketat di Premier League dan menyiapkan strategi melawan kemungkinan lawan akhir, baik Paris Saint-Germain maupun Bayern Munchen. Kedua lawan tersebut dikenal memiliki lini serang yang tajam, sehingga Wenger menekankan perlunya konsistensi defensif dan kreativitas dalam serangan.
Para pengamat sepakbola menilai bahwa perdebatan antara Rooney dan Wenger mencerminkan dua perspektif penting dalam dunia olahraga: kebebasan mengekspresikan kebahagiaan versus kebutuhan akan profesionalisme tinggi. Meskipun ada perbedaan pendapat, keduanya sepakat bahwa Arsenal berada pada titik krusial dalam sejarah klub, dan langkah selanjutnya menentukan apakah mereka hanya akan dikenang sebagai finalis atau juara pertama sejak 2006.
Kesimpulannya, Arsenal final Liga Champions tidak hanya menjadi momen kebanggaan, tetapi juga tantangan besar bagi skuad dan manajemen. Kritik dari Rooney mengingatkan akan pentingnya fokus, sementara pembelaan Wenger menegaskan bahwa perayaan wajar asalkan diiringi tekad untuk meraih kemenangan. Pertandingan di Budapest menjanjikan drama epik, dan semua mata dunia akan menanti apakah The Gunners dapat mengubah euforia menjadi trofi.











