Bencana Alam

Banjir di Gorontalo: Warga Masih Waspada dan Evakuasi Mandiri

×

Banjir di Gorontalo: Warga Masih Waspada dan Evakuasi Mandiri

Share this article
Banjir di Gorontalo: Warga Masih Waspada dan Evakuasi Mandiri
Banjir di Gorontalo: Warga Masih Waspada dan Evakuasi Mandiri

GemaWarta – 10 Juni 2026 | Warga Gorontalo Utara masih dalam keadaan waspada setelah peringatan dini tsunami diumumkan pada Senin pagi. Gempa kuat magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah selatan Mindanao, Filipina, memicu tsunami yang terdeteksi di beberapa daerah Indonesia.

BMKG mencatat tsunami akibat gempa Filipina telah terdeteksi di tujuh wilayah Indonesia hingga Senin, 8 Juni 2026 pagi. Lokasi tersebut meliputi Kedi, Ulu Siau, Melonguane, Tahuna, Paleleh, Tanjung Sidupa, dan Talengan dengan tinggi gelombang berkisar antara 0,09 meter hingga 0,75 meter.

🔖 Baca juga:
Cuaca Indonesia Hari Ini: Hujan Guyur Kota Besar, Warga Diminta Waspada

Warga Gorontalo Utara memantau kondisi pasang surut air laut pascaperingatan dini tsunami. Air laut yang naik dan turun tidak disertai gelombang besar, namun gerakan pasang surut yang terjadi secara berulang menyebabkan kapal-kapal nelayan yang terparkir di pelabuhan mulai saling bertabrakan satu sama lain.

Kepanikan warga Gorontalo Utara mulai terlihat, dan sebagian dari mereka memutuskan untuk menyelamatkan diri serta membawa harta benda menuju tempat yang dianggap lebih aman. Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, mengimbau warga untuk tetap tenang dalam menghadapi situasi ini.

🔖 Baca juga:
Gempa Magnitudo 6 Guncang Laut NTT, Dirasakan dari Atambua hingga Kupang dan Timor Leste

Peringatan tsunami di Gorontalo Utara akhirnya berakhir, dan warga yang sebelumnya melakukan evakuasi mandiri ke sejumlah kawasan dataran tinggi akhirnya diarahkan untuk kembali ke rumah masing-masing. Meskipun demikian, warga masih diminta untuk waspada dan siaga dalam menghadapi situasi ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menginformasikan potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Indonesia pada periode 8-25 Juni 2026. Fenomena Bulan Super New Moon (fase bulan perigee dan bulan baru) pada tanggal 15 Juni 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.

🔖 Baca juga:
Gempa M 7,7 di Sangihe: BMKG Akhiri Peringatan Tsunami, Puluhan Bangunan Rusak

Warga diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG.

Dalam menghadapi situasi ini, penting bagi warga untuk tetap tenang dan tidak panik. Mereka harus selalu memantau informasi terkini dari otoritas setempat dan mengikuti instruksi yang diberikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *