GemaWarta – 27 Juli 2026 | El Niño, fenomena cuaca yang terjadi di Pasifik tengah, kini menjadi perhatian serius di kalangan ilmuwan dan masyarakat. Badai Genevieve, yang terbentuk di dekat pantai Meksiko, diprediksi akan membawa gelombang tinggi ke pantai California, Amerika Serikat. Gelombang ini diperkirakan akan mencapai ketinggian 8-11 kaki dan berpotensi menyebabkan arus rip yang membahayakan.
Menurut Adam Roser, seorang ahli cuaca dari National Weather Service, sulit untuk menentukan dampak pasti El Niño terhadap badai tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa suhu permukaan laut yang lebih tinggi dari rata-rata di daerah tersebut dapat membuat badai menjadi lebih kuat.
El Niño juga memiliki dampak signifikan terhadap pertanian, terutama pada produksi tomat di India. Petani tomat di daerah Chittoor diimbau untuk mengambil asuransi tanaman karena kemungkinan gagal panen akibat El Niño.
Di sisi lain, El Niño juga dapat mempengaruhi pola cuaca di berbagai belahan dunia. Ilmuwan telah menggunakan teknik forensik modern untuk mempelajari dampak El Niño terhadap pola cuaca kuno, termasuk ritual pengorbanan manusia oleh suku Inca.
Menghadapi ancaman El Niño, masyarakat dan pemerintah harus bekerja sama untuk mengambil langkah-langkah mitigasi dan adaptasi. Dengan memahami dampak El Niño dan mengambil tindakan yang tepat, kita dapat mengurangi risiko dan meningkatkan ketahanan terhadap perubahan cuaca ekstrem.











