GemaWarta – 31 Juli 2026 | Musim kemarau sedang melanda Indonesia, membawa dampak yang signifikan pada lingkungan dan masyarakat. Salah satu dampak yang paling terlihat adalah kebakaran lahan yang meluas di beberapa wilayah, termasuk Palembang dan Karangasem. Kebakaran lahan ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sepanjang Januari hingga Mei 2026 terjadi sembilan kasus kebakaran lahan di Palembang. Namun, setelah memasuki musim kemarau, jumlah kasus kebakaran lahan meningkat tajam menjadi 50 kejadian pada periode Juni hingga Juli 2026.
Fenomena El Nino juga diprediksi akan berlangsung sampai kuartal awal tahun 2027, membawa dampak pada musim kemarau yang lebih panjang dan kering. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyampaikan bahwa puncak musim kemarau sebagian besar terjadi pada bulan Agustus dan September.
Selain kebakaran lahan dan fenomena El Nino, musim kemarau juga membawa dampak pada pertanian. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotawaringin Timur memproyeksikan musim tanam ketiga pada 2026 bergeser menjadi September, akibat kekeringan selama musim kemarau.
Untuk menghadapi dampak musim kemarau, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menetapkan status siaga bencana dan membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk memperkuat penanganan bencana. Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan bahwa penanggulangan bencana harus dilakukan sejak tahap perencanaan, mitigasi, hingga kesiapsiagaan.
Kondisi musim kemarau juga membawa dampak pada suhu udara di kawasan pegunungan. Fenomena bediding, yang terjadi saat musim kemarau, membuat suhu udara di kawasan pegunungan seperti Dieng, Bromo, Semeru, dan Rinjani menjadi sangat dingin pada malam hingga dini hari.
Dalam menghadapi musim kemarau, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya pencegahan kebakaran lahan. Selain itu, pemerintah juga diharapkan dapat meningkatkan upaya penanganan bencana dan melakukan mitigasi untuk mengurangi dampak musim kemarau.
Kesimpulan, musim kemarau yang sedang melanda Indonesia membawa dampak yang signifikan pada lingkungan dan masyarakat. Kebakaran lahan, fenomena El Nino, dan dampak pada pertanian adalah beberapa contoh dampak yang terlihat. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan penanganan yang efektif untuk menghadapi musim kemarau.











