PERISTIWA

Kecelakaan Maut di Berbagai Daerah, Mengapa Keselamatan di Jalan Raya Masih Menjadi Masalah?

×

Kecelakaan Maut di Berbagai Daerah, Mengapa Keselamatan di Jalan Raya Masih Menjadi Masalah?

Share this article
Kecelakaan Maut di Berbagai Daerah, Mengapa Keselamatan di Jalan Raya Masih Menjadi Masalah?
Kecelakaan Maut di Berbagai Daerah, Mengapa Keselamatan di Jalan Raya Masih Menjadi Masalah?

GemaWarta – 14 Agustus 2026 | Beberapa kecelakaan maut terjadi di berbagai daerah, menewaskan dan melukai banyak orang. Di Bantaeng, sebanyak 12 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengalami kecelakaan akibat kendaraan yang ditumpanginya mengalami rem blong. Sebanyak tiga mahasiswa harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Di Cugenang, sebuah truk tronton muat backhoe menghantam mobil pikap pengangkut sayur, menelan dua korban jiwa serta menyebabkan empat orang lainnya luka-luka. Sementara itu, di Jalan Uluwatu, sebuah truk dump terguling dan menimpa Toyota Innova, namun tidak ada korban meninggal dunia maupun luka berat.

🔖 Baca juga:
Kecelakaan Maut KA Gajayana di Bekasi, Pengemudi Mobil Tewas Terjepit

Di Sleman, kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Jogja-Solo, melibatkan mobil Toyota Kijang dan truk box Fuso Hino. Pengemudi Kijang mengalami sejumlah luka dan menjalani perawatan di RS PDHI Kalasan. Kedua kendaraan mengalami kerusakan dengan total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 18 juta.

Kisah pasangan asal China yang menjadi sorotan setelah sang suami dengan setia merawat istrinya yang mengalami kelumpuhan parah selama 25 tahun juga menjadi perhatian. Li Junliang mengambil peran sebagai pengasuh utama sang istri, Jia Fang, yang mengalami kecelakaan tragis pada 2001. Ia merawat Jia yang sudah tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri, serta membesarkan kedua anak mereka.

🔖 Baca juga:
Kasus Tabrak Lari di Bandung: Mahasiswa Mabuk Miras Tewaskan Polisi

Merawat orang dengan kelumpuhan berat tentu membutuhkan perhatian ekstra. Li bahkan harus memastikan tubuh istrinya secara rutin diubah posisinya untuk mencegah munculnya luka akibat terlalu lama berbaring. Ia juga rutin memijat tangan dan kaki Jia untuk membantu mencegah pengecilan otot.

Kisah-kisah tersebut menjadi peringatan bagi kita untuk selalu berkonsentrasi dan berhati-hati saat berkendara, serta memastikan jarak aman dengan kendaraan lain. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan.

🔖 Baca juga:
Gunung Piramid Bondowoso: Evakuasi Pendaki dan Upaya Mengatasi Sampah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *