GemaWarta – 20 Juni 2026 | Baru-baru ini, terdapat beberapa kasus penipuan yang terkait dengan ATM Bitcoin. Kasus ini menunjukkan bahwa penggunaan ATM Bitcoin dapat membawa risiko keamanan yang tinggi. Salah satu kasus yang dilaporkan adalah tentang seorang wanita yang kehilangan ribuan dolar karena penipuan melalui ATM Bitcoin.
Kasus ini dimulai ketika wanita tersebut menerima panggilan telepon dari seseorang yang mengaku sebagai deputi. Penipu tersebut mengatakan bahwa wanita tersebut telah gagal memenuhi kewajiban jury duty dan menghadapi tuduhan pidana. Penipu tersebut kemudian meminta wanita tersebut untuk membayar denda melalui ATM Bitcoin.
Wanita tersebut, yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa penipu tersebut memiliki informasi pribadi tentang dirinya, termasuk nama lengkap dan nomor keamanan sosial. Penipu tersebut kemudian meminta wanita tersebut untuk pergi ke sebuah stasiun pengisian bahan bakar dan menggunakan ATM Bitcoin untuk membayar denda.
Setelah melakukan pembayaran, wanita tersebut menyadari bahwa ia telah menjadi korban penipuan. Ia kehilangan ribuan dolar dan merasa tidak aman karena penipu tersebut memiliki informasi pribadi tentang dirinya.
Kasus ini menunjukkan bahwa penggunaan ATM Bitcoin dapat membawa risiko keamanan yang tinggi. Pengguna harus berhati-hati ketika menggunakan ATM Bitcoin dan tidak memberikan informasi pribadi kepada orang yang tidak dikenal.
Di sisi lain, terdapat juga kasus tentang seorang pengguna yang menghubungi ZachXBT, seorang investigator on-chain, untuk membantu mengembalikan 5,73 BTC (sekitar $475.000) yang dibekukan oleh Changelly, sebuah pertukaran mata uang kripto. ZachXBT kemudian menemukan bahwa pengguna tersebut telah terlibat dalam aktivitas penipuan dan telah mengirimkan dana dari beberapa platform di AS ke sebuah alamat di New Delhi, India.
Kasus ini menunjukkan bahwa penggunaan mata uang kripto dapat membawa risiko keamanan yang tinggi, terutama jika pengguna tidak berhati-hati ketika menggunakan ATM Bitcoin atau pertukaran mata uang kripto.
Oleh karena itu, pengguna harus berhati-hati ketika menggunakan ATM Bitcoin atau pertukaran mata uang kripto dan tidak memberikan informasi pribadi kepada orang yang tidak dikenal. Selain itu, pengguna juga harus memastikan bahwa mereka menggunakan platform yang aman dan terpercaya untuk melakukan transaksi mata uang kripto.











