TEKNO

Telegram Diblokir Sementara, Pendiri Pavel Durov Tuduh Reliance Ganggu Akses Pengguna

×

Telegram Diblokir Sementara, Pendiri Pavel Durov Tuduh Reliance Ganggu Akses Pengguna

Share this article
Telegram Diblokir Sementara, Pendiri Pavel Durov Tuduh Reliance Ganggu Akses Pengguna
Telegram Diblokir Sementara, Pendiri Pavel Durov Tuduh Reliance Ganggu Akses Pengguna

GemaWarta – 17 Juni 2026 | Pemerintah India telah memutuskan untuk memblokir akses ke aplikasi perpesanan Telegram secara sementara hingga 22 Juni 2026, dalam upaya mencegah kebocoran soal ujian nasional NEET. Keputusan ini menuai protes dari pendiri Telegram, Pavel Durov, yang menganggap tindakan ini tidak hanya mengganggu jutaan pengguna Telegram di India tetapi juga di luar negeri.

Durov mengeluarkan pernyataan bahwa Reliance, salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di India, melakukan tindakan sabotase terhadap akses Telegram melalui metode yang disebut BGP hijacking. Ia menduga bahwa tindakan ini mungkin terkait dengan persaingan antara Telegram dan WhatsApp, yang dimiliki oleh Meta, sebuah perusahaan yang memiliki saham di Reliance.

🔖 Baca juga:
Pertandingan Sengit antara Jamaica dan India: Tinjauan dan Hasil

BGP hijacking adalah teknik yang digunakan untuk mengarahkan lalu lintas internet ke jaringan yang tidak diinginkan, sehingga mengganggu akses pengguna ke layanan tertentu. Durov menyarankan bahwa Reliance telah melakukan tindakan ini untuk mempengaruhi pengguna Telegram di luar India, termasuk di Uni Emirat Arab.

Pengguna Telegram di India dan luar negeri mengalami gangguan akses setelah pemerintah India memutuskan untuk memblokir aplikasi tersebut. Durov berpendapat bahwa tindakan ini tidak hanya mempengaruhi pengguna Telegram tetapi juga mengganggu layanan lain yang terkait dengan aplikasi tersebut.

🔖 Baca juga:
Tim Sepak Bola Wanita Barcelona dan Pemain Terkemuka Dunia

Telegram telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah kebocoran soal ujian nasional NEET, termasuk memblokir saluran yang digunakan untuk menyebarkan soal bocor. Namun, Durov berpendapat bahwa memblokir Telegram tidak akan efektif dalam mencegah kebocoran soal ujian karena pelaku kebocoran dapat menggunakan platform lain untuk menyebarkan informasi.

Perdebatan ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas tindakan pemerintah dalam menghadapi kebocoran soal ujian nasional dan bagaimana cara yang lebih efektif untuk mencegah kebocoran tersebut tanpa mengganggu pengguna layanan online.

🔖 Baca juga:
Akupunktur dan Investasi: Dua Topik yang Berbeda tapi Menarik

Kesimpulan dari perdebatan ini adalah bahwa tindakan pemerintah India dalam memblokir akses Telegram telah menimbulkan kontroversi dan perdebatan tentang efektivitas tindakan tersebut dalam mencegah kebocoran soal ujian nasional. Pendiri Telegram, Pavel Durov, berpendapat bahwa tindakan ini tidak hanya mengganggu pengguna Telegram tetapi juga mengganggu layanan lain yang terkait dengan aplikasi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *