GemaWarta – 01 Agustus 2026 | Kazuyoshi Miura, yang dikenal sebagai “King Kazu“, baru-baru ini mencetak gol di usia 59 tahun, mempertegas statusnya sebagai pesepak bola profesional tertua di dunia. Gol tersebut dicetak saat Miura membela Fukushima United melawan Iwaki Furukawa dalam ajang Emperor’s Cup.
Miura lahir pada 26 Februari 1967 di Shizuoka, Jepang. Ia memulai karier sepak bolanya di Brasil pada 1986 dengan bergabung dengan Santos. Selama berada di Brasil, Miura juga sempat memperkuat beberapa klub lain sebelum akhirnya kembali ke Jepang.
Kepulangannya ke Jepang bertepatan dengan perkembangan sepak bola profesional Jepang. Saat J.League resmi bergulir pada 1993, Miura menjadi salah satu wajah utama kompetisi tersebut sekaligus ikon sepak bola Negeri Sakura. Popularitasnya saat itu sangat besar, tak hanya dikenal karena ketajamannya sebagai penyerang, Miura juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola Jepang menuju era profesional.
Menurut catatan, Miura telah bermain untuk 17 klub sepanjang karier profesionalnya, termasuk Genoa di Italia, Dinamo Zagreb di Kroasia, Sydney FC di Australia, dan Oliveirence di Portugal. Ia saat ini bermain untuk Fukushima United dengan status pinjaman dari Yokohama FC, dan telah memperpanjang kontrak pinjamannya hingga Juni 2027.
Gol yang dicetak Miura pada usia 59 tahun ini menjadi bukti bahwa usia hanyalah angka bagi seorang legenda sepak bola. Ia telah membuktikan bahwa dengan dedikasi dan semangat, seseorang dapat terus berkontribusi di lapangan sepak bola meskipun telah memasuki usia senja.
Ini merupakan gol kompetitif pertama Miura sejak November 2022, ketika masih memperkuat Suzuka PG. Dengan pencapaian ini, Miura semakin memperkuat statusnya sebagai pesepak bola profesional tertua di dunia yang masih aktif bermain.
Menjelang ulang tahunnya yang ke-60 pada Februari mendatang, Miura tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang, membuktikan bahwa dengan kerja keras dan kecintaan terhadap olahraga, usia bukanlah hambatan untuk terus mengejar impian.
Kisah Kazuyoshi Miura menjadi contoh nyata bahwa sepak bola tidak hanya tentang usia, melainkan tentang semangat, dedikasi, dan kecintaan terhadap olahraga. Ia akan terus menjadi legenda sepak bola Jepang yang tak pernah kehabisan magis.











